oleh

Bupati Askolani Akhirnya Realisasikan Jargas Di Banyuasin

Banyuasin,Radarsriwijaya.com- Sebanyak 6.899 warga -di 9 Desa/Kelurahan dalam Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin pada tahun 2021 ini bisa menikmati Jaringan Gas Rumah Tangga. Serah terima Lapangan Pembangunan Jaringan Gas telah dilakukan antara Ditjen Migas Kementerian ESDM RI Wahyudi Akbari dengan Bupati Banyuasin H Askolani di lapangan Kantor Camat Banyuasin III, Senin (29/3/2021) hari ini.

Ke 9 desa/kelurahan tersebut, Kelurahan Seterio, Kedondong Raye, Pangkalan Balai, Mulya Agung dan Kayuarakuning. Kemudian Desa Tanjung Kepayang, Tanjung Agung, Pangkalan Panji dan Langkan. Dan ditargetkan semua Kecamatan khususnya yang dilintasi pipa gas akan diusulkan untuk mendapatkan jargas tersebut.

Bupati Banyuasin H Askolani mengatakan pembangunan jaringan gas rumah tangga bagi masyarakat Banyuasin ini telah dilakukan sejak pertama dilantik tahun 2019 lalu. Karena jargas ini menjadi salah satu program prioritas.

” Tahun 2019 lalu kita usulkan ke Kementerian ESDM RI agar Kota Pangkalan Balai dan Kecamatan seperti Banyuasin III, Betung, Suak Tapeh, Sembawa dan Talang Kelapa yang dilintasi pipa gas bisa menikmati jargas rumah tangga. Usulan kita mendapat respon positif dan sudah masuk perencanaan dari Kementerian ESDM yang akan dibangun tahun 2020. Namun karena pandemi covid 19 rencana tersebut ditunda dan alhamdulillah bisa direalisasikan tahun 2021 ini, “katanya.

Dijelaskan Bupati Askolani, Pembangunan Jargas rumah tangga bagi 6.899 rumah tangga ini memakai anggaran APBN sebesar
Rp 70 Miliar.

” Kalau memakai APBD kapan kita bisa membangun Jargas rumah tangga ini. Namun kita menggunakan strategi membangun Banyuasin tidak memakai dana APBD. maka saya membuat usulan ke Menteri ESDM, minta dukungan Provinsi, DPR RI karena Kabupaten Banyuasin bagian dari Provinsi Sumsel dan bagian dari Republik Indonesia artinya mereka juga memiliki tanggungjawab untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Banyuasin, “tegas Kepala Daerah Inovatif tersebut.

Selain itu, dirinya juga memperjuangkan Jargas ini melalui Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), dimana dirinya menjadi Wakil Ketua Organisasi yang di Ketuai Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

” Karena Banyuasin ini daerah penghasil migas sudah sewajarnya jika masyarakat kami menikmati Jargas ini, “jelasnya.

Dari penjelasan pihak Kementerian ESDM lanjut Bupati Askolani, jargas ini diberikan secara gratis kepada masyarakat mulai dari pipa hingga ke kompornya. Maka dari itu dirinya mengingatkan jangan sampai ada pungutan liar yang tidak bertanggungjawab.

“Pemasangannya gratis, jadi jangan coba-coba ada yang pungli. Namun ketika sudah ada pemakaian gas, maka masyarakat baru bayar, mudah-mudahan dengan jargas ini lebih meringatkan biaya dapur masyarakat Banyuasin, “tegasnya.

Sementara itu, Wahyudi Akbar Perwakilan Ditjen Migas Kementerian ESDM RI mengatakan usulan Jargas dari Pemkab Banyuasin ini sejak tahun 2018 lalu dan tertunda hingga 2 tahun. Tertundanya pembangunan Jargas ini karena keterbatasan dana di Kementerian ESDM. Bahkan ditahun anggaran 2020 sudah masuk DIPA namun adanya pandemi covid 19 sehingga harus kembali tertunda.

” Alhamdulillah, tahun 2021 bisa kita realisasikan untuk 6.899 sambungan rumah masyarakat di 5 kelurahan dan 4 desa dalam Kecamatan Banyuasin III. Dimana jargas ini
Sumber energi dari Conoco philip, dengan PT Menara Gading Putih sebagai kontraktor,
” katanya.

Dikatakan Wahyudi, pembangunan akan memakan waktu 8 bulan dengan titik awal pelaksanaan pada bulan April dan diperkirakan selesai pada Oktober 2021 mendatang.

” Masyarakat tidak dibebankan biaya pemasangan. Masyarakat baru dikenakan biaya pada saat pemakaian gas. Kompor, meteran dan pipa semuanya gratis. Dengan gas bumi melalui pipa masyarakat lebih hemat dibanding pakai gas LPG, “tegasnya.

Perlu dipahami lanjut Wahyudi, Adanya jargas rumah tangga ini karena Kebijakan energi nasional sebagai modal pembangunan nasional bukan lagi ekspor. Dimana tujuannya, memberikan akses energi kepada masyarakat. Penghematan biaya, membantu ekonomi masyarajat yang mandiri dan rama lingkungan.

” Dan tentu dengan Jargas ini bisa mengurangi beban subsidi LPG dalam negeri untuk mengurangi impor seperti yang terjadi selama ini, “tandasnya.(Agus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed