Tim Riset Universitas Sriwijaya Lakukan Monev Demplot Care Revived di Desa Kemang, Dorong Pemulihan Lahan Tambang Berbasis Masyarakat

Dok : Tim Riset UNSRI

Radar Sriwijaya, (Palembang) – Tim riset Universitas Sriwijaya melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) demplot Care Revived di Desa Kemang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian terapan “Validasi Partisipatif Awal Model Care Revived” untuk mendorong pemulihan sosial-ekologis lahan terdampak pertambangan minyak artisanal melalui pendekatan agroforestri produktif, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi multipihak.

Monitoring dan evaluasi ini bertujuan meninjau perkembangan demplot, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta merumuskan langkah perbaikan agar model pemulihan dapat dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan. Demplot Care Revived diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama dalam mengintegrasikan pemulihan lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua tim riset Universitas Sriwijaya, Dr. Vieronica VS, menegaskan bahwa keberhasilan Care Revived tidak hanya ditentukan oleh kegiatan penanaman, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat, pendampingan, dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Menurutnya, monitoring dan evaluasi menjadi langkah penting untuk menilai perkembangan kegiatan sekaligus memastikan model pemulihan yang dikembangkan sesuai dengan kondisi sosial-ekologis masyarakat setempat. Melalui pendekatan partisipatif, program ini diharapkan menghasilkan model yang aplikatif dan berpeluang diterapkan di wilayah lain dengan permasalahan serupa.

Sementara itu, Kepala Desa Kemang, Edison, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program Care Revived yang melibatkan tim riset Universitas Sriwijaya, masyarakat, dan mitra program. Ia berharap keberadaan demplot dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola lahan secara produktif sekaligus memperkuat potensi lokal desa.

Dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program, khususnya dalam pemeliharaan tanaman, pengembangan agroforestri, dan pemanfaatan potensi ekonomi secara bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Ketua DPW Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumatera Selatan, Muhammad Husni, menekankan bahwa pemulihan lahan terdampak pertambangan harus berjalan seiring dengan perbaikan fungsi ekologis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pemulihan lingkungan tidak cukup hanya dengan menanam. Kita harus memastikan tanaman dapat tumbuh, lahan dikelola dengan baik, fungsi ekologisnya berangsur pulih, dan masyarakat memperoleh manfaat dari proses pemulihan tersebut,” menjadi pesan utama yang disampaikannya.

Menurut Muhammad Husni, pendekatan agroforestri produktif melalui kombinasi tanaman pohon, tanaman produktif, dan vegetasi penutup tanah yang sesuai dengan kondisi lokasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pemulihan lahan. Pelaksanaannya tetap perlu disertai pemeliharaan, pengamatan pertumbuhan tanaman, evaluasi kondisi tanah, dan penilaian manfaat sosial-ekonomi secara berkala.

Bagi Sarekat Hijau Indonesia, masyarakat harus ditempatkan sebagai pelaku utama pemulihan, bukan sekadar penerima manfaat. Prinsip keadilan ekologis, partisipasi masyarakat, dan kemandirian ekonomi menjadi landasan penting agar program mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui kegiatan monev ini, demplot Care Revived dikembangkan sebagai ruang uji model pemulihan sosial-ekologis yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Indikator evaluasi mencakup kelangsungan hidup dan pertumbuhan tanaman, kondisi tanah, perkembangan tutupan vegetasi, partisipasi masyarakat, serta potensi pengembangan usaha berbasis agroforestri.

Kolaborasi untuk Pemulihan Berkelanjutan

Program Care Revived memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil, masyarakat lokal, dan mitra program. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat proses penelitian, pendampingan, pemeliharaan demplot, serta pengembangan kapasitas masyarakat di tingkat tapak.

Ke depan, hasil monitoring dan evaluasi akan menjadi bahan penting untuk menyempurnakan model Care Revived agar semakin sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Model ini juga diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan pemulihan lahan akibat aktivitas pertambangan.

Care Revived bukan sekadar upaya menghijaukan kembali lahan, melainkan langkah membangun keseimbangan antara pemulihan lingkungan, produktivitas lahan, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat dan keterlibatan aktif masyarakat, program ini diharapkan mampu mendorong pemulihan yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *