KONI OKU Gelar Bukber Sekaligus Konsolidasi Awal Tahun 2024

Foto : Kegiatan Bukber  yang dilaksanakan pengurus KONI OKI. (armizi/Radar Sriwijaya)

.

Radar Sriwijaya (OKU) – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ogan Komering Ulu menggelar rapat evaluasi triwulan I Tahun 2024.

Kegiatan tersebut guna meningkatkan kinerja jajaran pengurus KONI pasca terbitnya SK revisi kepengurusan awal tahun 2024.

Acara yang terpusat di kediaman Ketua Umum KONI OKU, M Fahruddin AMd, di Perumahan KPR Tiga Gajah, Senin (1/4/2024), sekaligus buka puasa bersama.

Ketua Umum KONI OKU, M Fahruddin, menjelaskan kegiatan berbuka puasa internal jajaran pengurus ini berlangsung setahun sekali. Dan menjadi ajang silaturahim sekaligus evaluasi kinerja kepengurusan.

“Kegiatan seperti ini sudah yang kedua kali. Tahun lalu (2023) juga kita laksanakan kegiatan seperti ini. Gunanya selain menjadi ajang evaluasi kinerja kepengurusan juga sebagai sarana silaturahmi,” ujar Fahruddin.

Fahruddin juga mengimbau kepada seluruh jajaran pengurus agar tetap kompak saling bersinergi untuk menjalankan program kerja KONI.

“Semoga pertemuan kita di bulan suci Ramadhan ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Jaga kekompakan dan selalu bersinergi dalam menjalankan program kita KONI guna kemajuan dunia olahraga di Kabupaten OKU,” ucap Fahruddin.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI OKU, Aprili Mauludin SKom juga mengingatkan kepada jajaran kepengurusan untuk memperhatikan kehadirannya.
“Kehadiran ini tetap menjadi tolak ukur kita untuk melakukan evaluasi kinerja pengurus,” kata Aprili.

Kegiatan rapat evaluasi ditutup dengan tausiyah agama menjelang buka puasa oleh Ustadz H M Teguh MPdI.
M Teguh menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan ibadah puasa Ramadhan. Antara lain, puasa melatih orang memiliki sifat wara (kehati-hatian).
Puasa yang sesungguhnya kata M Teguh tidak hanya menahan haus dan lapar. Namun, lebih dari itu puasa melatih mengekang hawa nafsu, seperti amarah, berbohong, menggunjing orang serta hal-hal lain yang mengurangi pahala puasa.

“Jangan sampai kita berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya lapar dan haus saja. Puasa melatih kita untuk menahan segala hal yang membatalkan pahala puasa. Hendaknya, perilaku ini tetap kita jaga walaupun di luar bulan puasa,” tambah Teguh.

Puasa juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan badan. Menurut Teguh hingga saat ini tidak ada orang yang meninggal dunia gara-gara puasa.

“Justru dengan berpuasa, kesehatan tubuh kita tetap terjaga. Artinya puasa sangat bermanfaat untuk kesehatan,”pungkas Teguh. (Diq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *