Caption : Terduga pelaku mendapatkan perawatan medis setelah sempat diamuk massa. (Foto Armizi/Radar Sriwijaya)
RadarSriwijaya.com, OKU – Pencurian getah karet kembali meresahkan pemilik kebun dan penyadap karet di sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Getah karet yang masih berada di kebun dilaporkan hilang sebelum sempat dikumpulkan dan dijual.
Salah satu warga yang mengaku menjadi korban adalah Sawati, warga Desa Sungaipura, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU. Ia mengaku kehilangan lebih dari 50 kilogram getah karet pada Sabtu, 26 September 2026.
Sawati mengatakan, kehilangan tersebut diketahui saat dirinya hendak mengumpulkan getah karet hasil penyadapan untuk dijual.
“Getah karet saya hilang, masih di dalam mangkuk getah. Saat saya mau mengumpulkan getah karet yang baru disadap untuk dijual, semuanya sudah hilang diambil orang,” ujar Sawati.
Menurut dia, pencurian getah karet di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pemilik kebun disebut mengalami kejadian serupa.
“Memang sejak beberapa bulan ini getah karet di desa kami sering hilang. Di hari yang sama, pemilik kebun yang bersebelahan dengan kebun saya juga kehilangan getah. Ini sudah sering terjadi,” katanya.
Sawati mengatakan, hasil penjualan getah karet menjadi salah satu sumber untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biasanya, hasil sadapan dijual setiap dua minggu.
“Karena hasil minggu ini hilang, untuk memenuhi kebutuhan hidup terpaksa kami ngutang di warung,” ujarnya.
Pelaku Pencurian Getah Karet di Lubuk Raja Ditangkap Warga
Kasus pencurian getah karet juga terjadi di Blok J, Desa Lekis Rejo, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU.
Korban diketahui bernama Supratikno (41), warga Blok I, Desa Lekis Rejo. Berdasarkan keterangan korban dan saksi Badrun, seorang pria berinisial A (33), warga Blok E, Desa Lekis Rejo, diduga mengambil getah karet dari kebun korban.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, korban dan saksi melihat terduga pelaku membawa dua ember bekas cat yang masing-masing berisi sekitar 10 kilogram getah karet dari kebun korban.
Korban dan saksi tidak langsung menghadang karena khawatir terjadi sesuatu. Pada malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB, korban bersama tiga rekannya melakukan patroli di sekitar kebun.
Mereka kemudian kembali mendapati terduga pelaku berada di lokasi dan membawa dua ember bekas cat yang diduga berisi getah karet.
Korban selanjutnya mengamankan terduga pelaku dan meminta menunjukkan getah karet lain yang diduga telah diambil dari kebun tersebut pada hari-hari sebelumnya.
Korban bersama terduga pelaku kemudian menuju rumah terduga pelaku di kawasan Blok D, belakang Pondok Al-Falah, Desa Lekis Rejo. Di lokasi tersebut ditemukan satu wadah plastik berisi cetakan getah karet dengan berat sekitar 40 kilogram.
Berdasarkan keterangan dalam laporan kejadian, getah karet tersebut diakui terduga pelaku diambil dari kebun milik Supratikno.
Korban kemudian menghubungi personel Polsek Lubuk Raja. Tak lama kemudian, warga berdatangan ke lokasi. Terduga pelaku sempat menjadi sasaran kekerasan massa sebelum personel piket fungsi Polsek Lubuk Raja mengamankannya beserta barang bukti.
Setelah diamankan, terduga pelaku menjalani pemeriksaan di Klinik Batumarta II. Ia mengalami luka robek pada pelipis mata sebelah kanan sekitar satu sentimeter dan mendapat satu jahitan. Selain itu, terdapat luka lebam pada bibir serta luka lecet pada tangan sebelah kiri.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu wadah plastik berisi cetakan getah karet sekitar 40 kilogram dan satu ember bekas cat berwarna putih dengan kapasitas sekitar 10 kilogram. Polisi juga mengamankan pakaian yang dikenakan terduga pelaku.
Terduga pelaku kemudian diamankan di Polsek Lubuk Raja untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.(Diq)










