PDM Muhammadiyah OKU Gelar Pelatihan Manajemen Dakwah bagi 60 Mubalig

Foto : Kegiatan Pelatihan.  (Armizi/Radar Sriwijaya)

BATURAJA, (Radarsriwijaya.com) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menggelar pelatihan manajemen dakwah bagi mubalig Muhammadiyah, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Panti An-Nur Muhammadiyah, Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur. Pelatihan ini diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), pimpinan ranting, serta Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA).

Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua PDM OKU, Prof. Dr. Ir. H. Gribaldi, M.Si. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai manajemen dakwah, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas para mubalig di lingkungan Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Gribaldi menegaskan pentingnya pelatihan sebagai sarana menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola kegiatan dakwah.

“Pelatihan ini kita adakan agar warga Muhammadiyah memahami manajemen dakwah, khususnya bagi para mubalig,” ujar Gribaldi.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap materi yang disampaikan para narasumber.

Menurutnya, proses memperoleh ilmu pengetahuan tidak hanya berlangsung di bangku sekolah, tetapi juga melalui berbagai kegiatan pelatihan yang memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas diri.

“Ilmu bukan hanya didapat di sekolah. Mengikuti pelatihan seperti ini juga memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita,” katanya.

PDM OKU Sosialisasikan Pembaruan e-KTAM melalui Aplikasi MASA

Selain membahas manajemen dakwah, Gribaldi juga menyampaikan informasi mengenai pembaruan dan pembuatan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah elektronik (e-KTAM) melalui aplikasi MASA.

Ia menjelaskan, pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan akurasi proses pendataan anggota Muhammadiyah.

Dengan sistem pendataan yang lebih tertata, jumlah anggota Muhammadiyah di setiap tingkatan organisasi, mulai dari ranting, cabang, daerah hingga wilayah, diharapkan dapat diketahui secara lebih akurat.

Gribaldi juga menjelaskan bahwa biaya pembuatan e-KTAM tidak hanya diperuntukkan bagi tingkat pusat, tetapi juga didistribusikan ke berbagai tingkatan organisasi Muhammadiyah.

“Biaya pembuatan kartu ini bukan hanya untuk pusat, tetapi juga dibagikan ke wilayah, daerah, cabang, dan ranting. Dengan demikian, seluruh tingkatan organisasi mendapatkan bagian dari biaya pembuatan e-KTAM tersebut,” jelasnya.

Pelatihan manajemen dakwah ini turut dihadiri jajaran pimpinan dan anggota PDM Muhammadiyah OKU, serta pimpinan dan anggota Aisyiyah.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Ir. H. Gribaldi, M.Si., Ustaz H. Fahim Ahkam, M.Pd., dan Ustaz Rofiq, S.Ag.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para mubalig dan kader Muhammadiyah dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola dakwah sehingga pelaksanaannya semakin terarah dan efektif di tengah masyarakat.(Diq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *