Radar Sriwijaya (Musi Banyuasin), — Upaya pemulihan lingkungan dan pengembangan ekonomi produktif masyarakat terus didorong melalui Penanaman Bersama Demplot CARE REVIVED di Desa Keban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari riset terapan restorasi ekosistem, agroforestri, dan pertanian produktif pada wilayah penambangan minyak artisanal.
Kegiatan riset terapan tersebut diketuai Dr. Vieronica VS, Dosen Sosiologi Universitas Sriwijaya (Unsri). Menurutnya, Demplot CARE REVIVED dirancang sebagai ruang praktik bersama untuk menguji pendekatan pemulihan lingkungan yang tetap mempertimbangkan kondisi sosial dan kebutuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah penambangan minyak artisanal.
“CARE REVIVED bukan sekadar kegiatan menanam. Demplot ini kita bangun sebagai ruang untuk memulihkan ekosistem sekaligus mengembangkan sistem agroforestri dan pertanian produktif yang dapat diterima dan dikelola masyarakat. Kita ingin melihat bagaimana lahan yang memiliki tekanan akibat aktivitas penambangan dapat dipulihkan secara bertahap, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Dr. Vieronica.
Ia menjelaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah tanaman yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan masyarakat merawat, mengembangkan, dan memanfaatkan demplot secara berkelanjutan.
“Kuncinya adalah masyarakat menjadi bagian dari proses. Riset ini ingin mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman masyarakat, sehingga model restorasi yang dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi lokal dan memiliki peluang untuk terus berjalan setelah kegiatan riset selesai,” tambahnya.

Desa Berharap Menjadi Model Pengelolaan Produktif
Kepala Desa Keban 1, Kurnaini, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Demplot CARE REVIVED. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan lahan yang memberikan manfaat ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kami berharap Demplot CARE REVIVED ini tidak hanya menjadi tempat penanaman, tetapi dapat berkembang menjadi lahan percontohan yang produktif. Masyarakat bisa belajar bagaimana memulihkan lahan, menanam tanaman yang bermanfaat, sekaligus memperoleh nilai ekonomi dari pengelolaannya,” kata Kurnaini.
Menurutnya, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, perusahaan, dan mitra pendukung lainnya. Kegiatan penanaman diikuti sekitar 25 orang, terdiri atas Pemerintah Desa, anggota BPD, perwakilan PT Keban Berkah Energi, calon pengurus Demplot, tokoh masyarakat, mitra riset SHI Sumsel, The Ilalang, serta tim Universitas Sriwijaya.
Melalui Demplot CARE REVIVED, Desa Keban 1 diharapkan dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran bersama dalam membangun restorasi ekosistem yang produktif, berbasis masyarakat, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan serta peningkatan ekonomi lokal.











