Teras Pikiran Berpartisipasi dalam Diskusi “Politik, Alam, dan Tuhan” pada Rangkaian Konser Amal di Cafe Rumah Sintas

Foto : Dok Teras Pikiran

Radar Sriwijaya (Palembang) – Kegiatan konser amal bertajuk Pertunjukkan Seni Solidaritas Harap ’tuk Ujung Barat digelar di Café Rumah Sintas pada Jumat, 05/12/2025. Sebagai bagian dari upaya penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Acara ini menghadirkan berbagai penampilan seni dari komunitas lokal dan mendapatkan antusiasme dari puluhan peserta.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Teras Pikiran berpartisipasi sebagai mitra sekaligus penyelenggara sesi diskusi bertema “Politik, Alam, dan Tuhan.” Diskusi ini menarik perhatian peserta karena mengulas keterkaitan antara dinamika politik, persoalan ekologis, serta dimensi spiritualitas dalam memahami bencana dan respons sosial masyarakat.

Teras Pikiran sendiri dikoordinasikan oleh M. Ferdy Sulaiman, Heigar Muhamad Pentari, Aldi Syaputra, dan Alda Mustika Rani, yang turut berperan dalam memfasilitasi jalannya diskusi, menyusun materi, serta melakukan publikasi untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman publik atas isu-isu yang diangkat.

Sebagai narasumber utama, Dr. Alfi Julizun Azwar, M.Ag, menegaskan bahwa bencana tidak hanya dapat dipahami sebagai fenomena alam semata, tetapi juga sebagai ruang refleksi moral dan sosial. “Krisis ekologis yang kita hadapi saat ini adalah cermin dari cara kita mengelola kekuasaan, alam, dan nilai ketuhanan. Politik harus hadir untuk menjaga keseimbangan alam, masyarakat perlu membangun solidaritas, dan spiritualitas adalah pondasi etis dalam menanggapi setiap musibah,” ujarnya.

Komunitas Teras Pikiran menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam diskusi ini merupakan bentuk kontribusi edukatif dalam rangkaian konser amal, dengan menekankan pentingnya kesadaran sosial dan ekologis di tengah situasi bencana. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang refleksi masyarakat mengenai peran kebijakan, kondisi lingkungan, dan nilai spiritual dalam menghadapi krisis kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed