Foto: Foto bersama dengan perangkat desa ulak kerbau usai seminar dan pembuatan QRIS Minggu,13/07/2025.
Radar Sriwijaya, (Ogan Ilir) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang tahun 2025 menggelar program seminar dan pendampingan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Desa Ulak Kerbau Baru. Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital secara praktis dan efisien.
Acara seminar ini turut dihadiri oleh sejumlah perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat, serta pelaku usaha seperti pemilik toko sembako, usaha pakaian, dan pabrik kerupuk yang ada di wilayah desa tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap penerapan sistem pembayaran berbasis digital di tingkat desa.
Dalam seminar ini, mahasiswa KKN Kelompok 49 memperkenalkan QRIS sebagai solusi pembayaran non-tunai yang terintegrasi, memungkinkan satu kode QR dapat digunakan di berbagai aplikasi pembayaran seperti mobile banking, dompet digital, dan layanan transaksi elektronik lainnya. Dengan sistem ini, para pelaku UMKM cukup menggunakan satu QR Code untuk menerima pembayaran dari berbagai platform digital.
“QRIS sangat penting di era digital saat ini karena menawarkan kemudahan transaksi, mengurangi risiko uang palsu, mempercepat proses pembayaran, dan memudahkan pencatatan keuangan,” ujar salah satu mahasiswa KKN dalam pemaparannya.
Namun, mahasiswa juga menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, seperti kurangnya pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan teknologi digital. Oleh karena itu, mahasiswa memberikan pendampingan langsung dalam proses pembuatan QRIS melalui aplikasi pembayaran seperti GoPay, agar UMKM dapat langsung mengimplementasikannya.
Proses pembuatan QRIS dilakukan secara langsung bersama warga, khususnya pemilik usaha toko sembako di desa. Diharapkan program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal dalam meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas akses pasar.
Dengan adanya kegiatan ini, Desa Ulak Kerbau Baru mulai menunjukkan langkah nyata dalam transformasi digital ekonomi desa, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan kesejahteraan masyarakat.








