Mahasiswa KKN 83 Kelompok 25 Universitas Raden Fatah Palembang Gelar Seminar Dan Pembuatan QRIS Di Desa penyandingan, Indralaya

Foto : foto bersama Mahasiswa UIN Raden Fatah palembang KKN 83 dalam gelar seminar dan pembuatan QRIS

Radar Sriwijaya, (Ogan Ilir) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang tahun 2025 menggelar program seminar dan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di desa penyadingan Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital secara praktis dan efisien ,di laksanakan di Desa Penyandingan Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Sabtu, 12/07/2015.

Acara seminar ini dihadiri oleh perangkat desa, dan warga setempat, serta pelaku usaha UMKM , Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap penerapan sistem pembayaran berbasis digital di tingkat desa.

Dalam seminar ini, mahasiswa KKN Kelompok 25 memperkenalkan QRIS sebagai solusi pembayaran non-tunai yang terintegrasi, memungkinkan satu kode QR dapat digunakan di berbagai aplikasi pembayaran seperti mobile banking, dompet digital, dan layanan transaksi elektronik lainnya. Dengan sistem ini, para pelaku UMKM cukup menggunakan satu QR Code untuk menerima pembayaran dari berbagai platform digital.

“Bapak Herman Pelani selaku kepala desa menyampaikan bahwasannya tujuan kegiatan ini di buat agar membantu warga memahami cara transaksi bekerja di zaman sekarang dan dapat memberikan manfaat agar warga juga belajar cara menggunakan transaksi secara digital atau menggunakan hp saja”

Dapat di lihat di sini bahwasannya tema ini sangat penting bahwasannya masyarakat di desa kebanyakan tidak mengetahui tentang QRIS atau pembayaran online melalui barcode saja.

“QRIS sangat penting di era digital saat ini karena menawarkan kemudahan transaksi, mengurangi risiko uang palsu, mempercepat proses pembayaran,” ujar salah satu mahasiswa KKN

Proses pembuatan QRIS dilakukan secara langsung bersama warga, khususnya pemilik usaha UMKM Diharapkan program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal dalam meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas akses pasar.

Dengan adanya kegiatan ini, Di Desa penyandingan menunjukkan langkah nyata dalam transformasi digital ekonomi desa, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *