oleh

Sepi Pembeli Omset Pedagang Pasar Kayuagung Merosot

photo : salah seorang pedagang pisang di Pasar Pagi Kayuagung.

Radar Sriwijaya (OKI), – Toyo (40) salah seorang pedagang di pasar pagi Kayuagung berharap pendemi covid 19 ini cepat berlalu sehingga aktivitas pasar akan kembali pulih seperti sedia kala. Pasalnya, sejak mewabahnya virus corona praktis membuat pendapatan menurut, pembeli memilih enggan mendatangi pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dalam sehari hari biasanya omset kotornya bisa mencapai Rp.3 juta pak, dan jika hari kalangan bisa sampai Rp.4,5 juta, namun sekarang mencari Rp.1,3 juta saja sangat sulit pak,” Ujar Toyo, selasa (21/4/2020).

Namun demikian sambungnya, tidak ada cara lain yang dapat dilakukan selain berharap agar wabah corona cepat berlalu, sehingga pasar kembali normal.
“Kalau soal takut terkena virus, ya pasti takut pak, namun meski bagaimana lagi, jika tidak jualan malah tidak makan,” ujar pedagang sembako tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Heri, salah seorang pedagang ayam, menurutnya, jika pada hari normal biasa menyetok daging ayam hingga 50 kg, namun sekarang hanya 25 kg.

Selain itu pula harga jual yang sangat jauh berkurang bahkan sempat menyentuh angka Rp. 20.000 untuk ayam bersih siap olah.

“Sangat jauh menurun harganya yang semula Rp. 34.000 sekarang ini tinggal Rp. 25.000, itupun kadang kalau tidak habis saya lelang perkilonya cuma Rp. 20.000. Supaya stok ludes terjual,” jelasnya.

Sama halnya Neli penjual sayuran yang menyampaikan pendapatan setiap hari hanya mampu memenuhi kebutuhan makan.

“Kalau sekarang pendapatan hari ini cuma bisa buat makan, mau cari keuntungan sudah tidak bisa lagi,”

“Padahal tanggungan hutang dan biaya sewa rumah sudah menunggu setiap bulannya,” keluhnya.

Dikatakan lebih lanjut, harapan kepada pemerintah untuk memperhatikan pedagang kecil yang sangat terdampak.

“Ya kita harapkan adanya kontribusi yang nyata dari pemerintah OKI buat orang seperti kami ini, kalau keadaan terus seperti ini tidak lama lagi modal akan habis dan pemasukan otomatis hilang,” ujar Neli.

“Semoga saja pasar tidak ditutup dan virus corona ini cepat hilang agar kehidupan kami kembali normal seperti biasanya,” imbuhnya.(den)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed