Masyarakat Tanjung Lubuk Nyaris Bentrok

**Buntut pengeroyokan 5 orang warga

KAYUAGUNG – Masyarakat Desa Suka Mulya dengan masyarakat Kelurahan Tanjung lubuk Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten OKI sumatera Selatan (sumsel) nyaris terlibat bentrokan, Selasa (27/6) malam.

Beruntung aksi tidak sampai terjadi, petugas dari jajaran polres OKI dan Kirim 0402 OKI langsung bertindak cepat mengantisipasi terjadinya bentrokan yang diawali aksi pengeroyokan tersebut.

Kejadian tersebut berawal dari lima orang warga Suka Mulia, salah satunya Saepudin (22) warga dusun I Desa Sukamulya baru saja pulang dari desa Gunung Batu Kabupaten OKUT dengan menggunakan beberapa unit sepeda motor menuju ke desa Sukamulya.
Karena kondisi hujan, kelima warga tersebut berhenti di warung bakso milik Mewek yang berada di Kelurahan Tanjung Lubuk, saat itu salah satu kendaraan sepeda motor korban jenis RX King milik korban mengalami kerusakan.

Kemudian, salah satu korban ini sempat berupaya menyalakannya dengan menarik gas sepeda motor hingga menimbulkan suara yang keras dan menimbulkan kesalahpahaman dengan masyarakat setempat.

Kemudian datang 3 orang pelaku yang menggunakan motor vega R warna biru menghentikan aksi korban, saat itulah diduga terjadi cekcok mulut lalu warga ini terlibat perkelahian dengan menggunakan tangan kosong.

Melihat kejadian tersebut, warga lainnya yang diperkirakan berjumlah 50 orang ikut terlibat dalam perkelahian yang tidak seimbang sehingga korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya dan salah seorang korban Saepudin mengalami luka robek dibagian kepala.

Para korban selanjutnya berupaya melarikan diri terlebih ada pelaku yang mengeluarkan senjata tajam. Setelah berhasil menyelamatkan diri, para korban ini melaporkan peristiwa yang mereka alami kepada keluarganya.

Selanjutnya warga Desa Sukamulya sudah mulai berkumpul untuk melakukan balasan. Namun hal tersebut tidak sampai terjadi berkat kesigapan petugas baik anggota polri maupun TNI yang memberikan pengertian kepada warga.

Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH saat dikonfirmasi, rabu (27/6/2017) mengatakan, situasi kedua desa saat ini sudah kondusif, dan kapolres menyatakan tidak ada penyerangan balasan yang dilakukan oleh warga.

“Memang sempat memanas karena ada warga yang dikeroyok, namun situasi sudah sangat kondusif. ” kata Ade.

Menurutnya, sejak mendapatkan adanya informasi warga yang dikeroyok dan isu adanya penyerangan, jajaran polres bersama kodim 0402 OKI langsung bertindak cepat dengan mengumpulkan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

“Mereka sudah sepakat akan dilakukan perdamaian dan tidak akan memperpanjang lagi permasalahan tersebut. ” katanya.

Meskipun demikian, pihaknya masih menyiagakan petugas untuk mengantisipasi berbagai hal-hal yang tidak diinginkan.

Dijelaskan Kapolres, peristiwa pengeroyokan yang nyaris menyebabkan bentrokan warga tersebut ditengarai oleh hal yang sepele. Oleh sebab itu dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi hal tertentu yang dapat merugikan.

“Masalahnya sepele, namun karena emosi akhirnya terjadilah pengeroyokan itu. Namun yang pasti semua sudah sangat kondusif. ” jelasnya.

Sementata Itu Dandim 0402 OKI Letkol Inf Seprianizar mengatakan, pihaknya bertugas untuk memback up kepolisian dan telah melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui babinsa.

“Babibsa yang turun langsung dan alhamdulillah semua kondusif. Meskipun demikian kita terus memantau perkbangan yang ada.” kata Dandim. (den)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *