Pertamina Foundation dan Unsri Bangun Blueprint Bisnis KUPS LPHD Sungsang IV Berbasis Potensi Lokal

Radar Sriwijaya, (Sungsang IV) – Tim kerja sama Pertamina Foundation dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan pendampingan dalam rangka Pembentukan dan Penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sungsang IV. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Working Package 1 (WP-1) yang berfokus pada penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan pendampingan ini diarahkan untuk membangun blueprint bisnis KUPS LPHD Sungsang IV, yaitu rancangan pengembangan usaha yang menjadi pedoman bagi masyarakat dalam mengelola potensi desa secara terstruktur, mulai dari penguatan organisasi, penentuan unit usaha, pengelolaan sumber daya manusia, strategi pemasaran, hingga perencanaan keuangan usaha. Blueprint bisnis tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa pengembangan KUPS tidak hanya berhenti pada pembentukan kelompok, tetapi mampu berkembang menjadi kelembagaan ekonomi masyarakat yang memiliki arah usaha yang jelas, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi anggota LPHD Sungsang IV.

Pada kegiatan ini, tim bersama masyarakat melakukan penyusunan dan penyepakatan struktur organisasi KUPS serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LPHD Sungsang IV. Penyusunan tersebut menjadi langkah penting dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih jelas, mulai dari pembagian tugas, tanggung jawab pengurus, mekanisme kerja, hingga arah pengembangan usaha yang akan dijalankan oleh kelompok.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim kerja sama Pertamina Foundation dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya yang diketuai oleh Dr. Dessy Adriani, S.P., M.Si., dengan penanggung jawab Prof. Dr. Ir. Muhammad Said, M.Sc. serta didukung oleh Wakil Penanggung Jawab Dr. Muhammad Hendri Gunawan, ST., M.Si. Bersama tim pelaksana, kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa kelembagaan KUPS tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang mampu mendukung pengembangan usaha masyarakat secara profesional dan berkelanjutan.

Penguatan kelembagaan merupakan fondasi awal sebelum masyarakat menjalankan kegiatan usaha bersama. Menurutnya, KUPS perlu memiliki pedoman yang jelas agar setiap anggota memahami peran masing-masing dan mampu mengelola usaha dengan sistem yang terarah.

“Nantinya output akhir dari kegiatan ini adalah kami akan memberikan pedoman yang dapat digunakan oleh bapak dan ibu dalam melakukan usaha. Pedoman tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam membangun usaha bersama yang nantinya mampu menambah pendapatan anggota serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya 

Melalui penyusunan blueprint bisnis tersebut, tim Pertamina Foundation dan LPPM Unsri bersama masyarakat mulai memetakan berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi unit usaha KUPS. Pengembangan usaha akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah Sungsang IV yang memiliki potensi sumber daya pesisir dan lingkungan, termasuk pengembangan ekowisata, produk UMKM lokal, serta usaha berbasis sumber daya alam yang dikelola secara berkelanjutan.

Blueprint bisnis yang disusun nantinya akan menjadi acuan dalam menentukan strategi usaha, termasuk pengembangan produk, pengemasan, pemasaran, perhitungan biaya produksi, proyeksi pendapatan, analisis kelayakan usaha, serta rencana pengembangan usaha dalam beberapa tahun ke depan.

Selain itu, penyusunan struktur organisasi dan AD/ART menjadi bagian penting dalam membangun fondasi kelembagaan KUPS. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman bagi anggota dalam menjalankan hak dan kewajiban, pembagian tanggung jawab pengurus, mekanisme pengambilan keputusan, serta tata kelola usaha secara transparan dan akuntabel.

Dalam proses penyusunan struktur organisasi, pembagian peran dilakukan berdasarkan kemampuan dan potensi masing-masing anggota LPHD Sungsang IV. Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap anggota dapat berkontribusi sesuai dengan kapasitas yang dimiliki dan organisasi dapat berjalan secara efektif.

Ketua LPHD Sungsang IV menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Pertamina Foundation dan LPPM Universitas Sriwijaya. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kejelasan bagi masyarakat dalam menentukan arah pengelolaan organisasi dan usaha yang akan dikembangkan ke depan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Sriwijaya dan Pertamina Foundation. Dengan adanya pendampingan ini, kami semakin memahami bagaimana membentuk struktur organisasi dan menentukan penanggung jawab berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh anggota. Selain mendapatkan dukungan fisik seperti gazebo dan kamera, kami juga mendapatkan pembinaan untuk mempersiapkan usaha baru yang nantinya dapat dikembangkan bersama,” ujar Ketua LPHD Sungsang IV.

Penguatan KUPS melalui penyusunan struktur organisasi, AD/ART, dan blueprint bisnis menjadi langkah strategis dalam menciptakan kelembagaan ekonomi masyarakat yang mandiri. Dengan adanya perencanaan usaha yang lebih sistematis, LPHD Sungsang IV diharapkan mampu mengelola potensi lokal secara produktif sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya yang dimiliki.

Tahapan selanjutnya dalam program ini akan dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pengembangan produk, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usaha.

Melalui kolaborasi Pertamina Foundation dan LPPM Unsri, program penguatan Perhutanan Sosial di Desa Sungsang IV diharapkan mampu membangun blueprint bisnis yang kuat, memperkuat kelembagaan masyarakat, serta membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota LPHD secara berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed