Caption : Penyerahan bingkisan pemenang video kegiatan MBG di sekolah.
Radarsriwijaya.com, (OKI). – Peringatan satu tahun operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) OKI Tanjung Rancing digelar pada Senin (23/2/2026) di Desa Tanjung Rancing, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
Pihak pengelola SPPG, Juni Alpansuri yang juga pembina yayasan, menyampaikan bahwa selama satu tahun berjalan berbagai upaya telah dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik, meski diakui masih terdapat kekurangan yang perlu terus diperbaiki.
Ia menegaskan komitmen untuk terbuka terhadap masukan dari seluruh pemangku kepentingan demi peningkatan kualitas layanan.
Selain berdampak pada pemenuhan gizi, keberadaan SPPG juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tercatat sekitar 51 tenaga kerja terserap, yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan.
Dampak tersebut turut dirasakan pihak lain yang terlibat dalam rantai pengadaan bahan pangan maupun supplier pendukung kegiatan.
Pada kesempatan tersebut, pengelola juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program, termasuk Pemerintah Kabupaten OKI, unsur TNI, serta berbagai stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
Kegiatan ini turut dihadiri HM Lubis selaku Ketua Satgas Pengawasan MBG OKI, unsur Danramil Kayuagung, serta Unit Intel Kodim 0402 OKI.
Perwakilan sekolah penerima manfaat, Tarmudik dari SDN 1 Buluh Cawang, menyampaikan bahwa program MBG memberi dampak positif terhadap motivasi belajar siswa.
Ia menuturkan, berdasarkan gambaran umum di lapangan, masih banyak siswa yang tidak sarapan sebelum berangkat sekolah. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan konsentrasi dan motivasi belajar.
Kehadiran program MBG, kata dia, terbukti meningkatkan kehadiran siswa di sekolah, khususnya di tempatnya mengabdi.
Sementara itu, HM Lubis dalam sambutannya menegaskan bahwa tugas satgas adalah mengoordinasikan serta mengawasi pelaksanaan program agar berjalan optimal.
Ia menilai selama satu tahun pelaksanaan, program MBG telah memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi anak-anak sebagai investasi menuju generasi unggul Indonesia 2045.
Menurutnya, pengelola SPPG perlu memperhatikan seluruh tahapan pelayanan, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan, guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga. Dengan demikian, kualitas gizi anak bangsa dapat terus meningkat.
“Seiring bertambahnya pengalaman, diharapkan keterampilan pengelola semakin baik sehingga kualitas makanan juga meningkat,” ujarnya.
HM Lubis juga menyampaikan bahwa secara ideal Kabupaten OKI membutuhkan sekitar 91 unit SPPG untuk menjangkau seluruh wilayah.
Saat ini, jumlah SPPG yang telah beroperasi dan terdaftar terus bertambah sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan pemenuhan gizi di daerah.
Peringatan satu tahun SPPG OKI Tanjung Rancing diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan guna mendukung tumbuh kembang generasi sehat dan produktif.(ril)






