Caption : Kegiatan penybeluhan hewan kurban di desa Lubuk Banjar.(photo : armizi/radarsriwijaya.com)
Radar Sriwijaya.com (OKU) – Warga Desa Lubuk Banjar Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) provinsi Sumatera Selatan menyembelih hewam korban dengan jumlah cukup banyak pada tahun 2025.
Setidaknya terdapat 41ekor sapi dan 13 ekor kambing, sebagai hewan kurban yang disembelih , jum’at (06/06/2025) setelah sholat idul adha.
Ketua panitia kurban Mugiat yang didampingi Teka Utami, S.IP sebagai sekertaris dan Rohif Ansyori sebagai seksi pendistribusian saat dibincang mengatakan, tahun 2025 warga lubuk banjar menyembelih 41 sapi dan 13 ekor kambing.
“Memang setiap tahun kita warga lubuk banjar dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) selalu menyembelih hewan korban.”ujarnya.
Mugiat menambahkan, tahun ini jumlah hewan korban meningkat dari tahun yang lalu, kalau tahun lalu untuk sapi 36 ekor sedangkan untuk kambing 6 ekor. artinya kesadaran masyarkat untuk berkorban selalu meningkat.
“Sapi dan kambing ini dibeli oleh masyarakat dengan cara menabung setiap dua minggu sekali saat mereka menjual karet, jadi selama satu tahun mereka menabung seratus ribu atau lebih tergantung kemampuan mereka sehingga satu tahun cukup untuk berkorban.” katanya.
Daging korban ini dibagi menjadi 510 kantong untuk dibagikan dengan masyarakat yang berhak menerimanya. tahun ini masyarakat yang berkurban sebanyak 296 orang.
Sementara itu Kepala Desa Lubuk Banjar H. MH. Dwi Purwanto menyampaikan rasa bahagia dengan antusias masyarakat untuk berkorban yang selalu meningkat.
Warga menyisihkan hasil dari menjual karet atau hasil tani lainnya sedikit demi sedikit selama satu tahun sehingga pada lebaran idul adha mereka bisa membeli hewan korban seperti sapi atau kambing.
“Hal seperti ini kita selaku pemerintah sangat mendukung semangat mereka, sehingga setiap tahun masyarakat yang berkorban selalu bertambah dan masyarakat yang berhak menerima daging korban bisa berlebaran dengan menjalan ibadah dengan husuk sama seperti masyakarat yang memang kedidupanya sudah mampu.”terangnya.
Menurutnya, kekompakan masyarakat ini yang memang harus didukung antara warga Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama tidak dibedakan, yang jelas tujuannya sama yakni taat kepada sang pencipta Allah SWT.(Diq)






