oleh

Pokmas Rantau Lurus Wujudkan Pangan Ramah Lingkungan

photo : Pokmas Rantau Lurus Wujudkan Pangan Ramah Lingkungan berupa padi, cabe, sayur-sayuran, jagung, kacang-kacangan, umbi-umbian (www.radarsriwijaya.com)

Radar Sriwijaya (OKI),- Sebagai wilayah agraris, Desa Rantau Lurus Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir terus mengembangkan komoditas bidang pertanian. Komoditas pertanian di Desa Rantau Lurus berupa padi, cabe, sayur-sayuran, jagung, kacang-kacangan, umbi-umbian. Hampir seluruh lahan pertanian dan perkebunan berada di wilayah gambut.

Mengolah lahan pertanian dan perkebunan di rawa gambut membutuhkan keterampilan khusus yang berbeda seperti lahan pertanian pada umumnya.

Pengelolaan pertanian pada lahan gambut perlu memperhatikan karakter alam diantaranya media tanah yang tingkat keasamannya tinggi, air yang masam, musim, hama dan kesuburan tanah.

Kelompok masyarakat Paguyuban Lumbung Pangan Desa Rantau Lurus memiliki cara tersendiri meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan dengan cara yang ramah lingkungan.

Usaha pertanian ramah lingkungan tersebut diwujudkan dengan pengolahan lahan pertanian tanpa bakar, menggunakan pupuk organik padat maupun cair, menggunakan pengusir hama alami, memanfaatkan limbah pertanian.

“Di sini kita menerapkan pertanian ramah lingkungan dengan tidak membakar lahan, menggunakan pupuk organik cair, pengusir hama alami, dan memanfaatkan kembali limbah pertanian” kata Sutarjo selaku Ketua Pokmas Paguyuban Lumbung Pangan di Kebun Pangan Mandiri Desa Peduli Gambut Desa Rantau Lurus, Rabu (20/11/2019).

Lebih lanjut Sutarjo menjelaskan, pengolahan lahan tanpa bakar merupakan awal dari pengolahan lahan pertanian dengan menyiangi rumput lalu dikumpulkan di pematang sawah. Tujuannya adalah pembersihan media tanam untuk persiapan penanaman dengan cara tidak dibakar.

Lahan gambut merupakan tanah yang subur namun perlu dijaga unsur hara yang dipakai tanaman pertanian untuk tumbuh dengan baik. Salah satunya menggunakan pupuk organik, selain baik untuk kesuburan tanah dan tanaman juga biayanya sangat murah.

Pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan bahan-bahan yang di sekitar seperti rumput, kotoran ternak, membuat mikroba dari sisa nasi dengan gula merah lalu difermentasikan selama seminggu. Cara mengaplikasikan pupuk organik dengan cara pemupukan pada saat persiapan lahan dan masa tumbuh aktif tanaman secara rutin.

Penggunaan mengusir hama pada tanaman menggunakan pengalaman kearifan lokal. Misalnya hama tikus, ditangani dengan pembuatan racun tikus alami yang dibuat dari cairan fermentasi jengkol. Untuk hama sebangsa ulat atau serangga menggunakan tanaman gadung, tuba, mahoni, bratawali, talas yang difermentasi kemudian airnya disemprotkan pada tanaman.

Limbah pertanian seperti rumput hasil pembersihan lahan dimanfaatkan kembali untuk mulsa penutup media tanam palawija agar menghambat pertumbuhan rumput liar. Setelah mengalami degradasi atau penguraian rumput tersebut menjadi pupuk alami yang dibutuhkan pada tanaman tersebut. Arang sekam padi dimanfaatkan untuk arang sebagai penetral zat asam pada lahan gambut.

Senada dengan Midun selaku petani, konsep pertanian ramah lingkungan yang diterpakan oleh kelompok masyarakat desa Rantau Lurus adalah bagian dari usaha mewujudkan lumbung pangan secara mandiri, ramah lingkungan dengan biaya yang murah.

“Pertanian ramah lingkungan merupakan usaha kami mewujudkan lumbung pangan secara mandiri dan murah dan bisa dilakukan oleh siapapun” kata Midun.(kkh/rel/den)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. Ingin Mendapatkan penghasilan tambahan dngan bermain game online, hanya dengan depo Min 25K dapat berkesempatan mendapatkan kemenangan hingga jutaan rupiah, Kami juga menyediakan Bonus cashback untuk kesempatan kedua bermai di modal pertama tanpa harus takut dengan kekalahan, tunggu apalagi bergabung sekarang juga di Dupa88.net

News Feed