Sopir Truk tiba-tiba “Hilang Ingatan”

**Mengaku amankan, Surat dan Kunci Ditahan, selanjutnya Ngacir seperti lupa ingatan

KAYUAGUNG (RS) – Seorang warga mengaku bernama Lukman seorang sopir truk pengangkut batubara dari kabupaten Lahat sumsel yang akan dibawa ke lampung bersama tiga rekannya yang juga mengendarai colt diesel terkejut saat kendaraan yang mereka bawa dihentikan oleh oknum yang mengaku anggota kepolisian.

Oknum yang mengaku anggota ini menghentikan keempat kendaraan diwilayah Serinanti kecamatan Pedamaran, selasa (22/8/2017) dini hari, selanjutnya kendaraan ini diparkir halaman satu rumah makan di jalintim kayuagung yang tak jauh dari kantor DPRD OKI kunci kontak serta surat surat dibawa oleh oknum tersebut.sebelumnya kendaraan ini posisinya dari arah palembang menuju lampung.

“Mereka perawakan dan pakaian seperti buser (tidak berpakaian seragam polisi -red), tetapi kita tidak tahu persis anggota polisi dari mana, apakah dari Polres atau Polsek. Waktu itu kita dikejar, lalu salah satu dari mereka meminta surat-surat kendaraan dan memeriksa muatan,” kata Lukman, Selasa (22/8/2017) siang kemarin.

Usai diperiksa, masih kata Lukman, kemudian surat-surat ditahan dan kendaraan kita digiring masuk serta disuruh parkir disini (rumah makan yang berada tidak jauh dari lapangan sepakbola mini Segitiga Emas Kayuagung -red).

Padahal surat – surat lengkap, begitupun juga dengan surat keterangan muatan pun ada, tetapi tetap saja ditahan berikut kunci kontak kendaraan kita serta tidak diberi surat tilang.

“Kita juga telah menghubungi pengurus (orang yang mendapat mandat dari pemilik kendaraan -red), tetapi katanya hari Kamis atau Senin nanti baru bisa datang untuk mengurus dan mengambil surat-surat serta mengeluarkan kendaraan agar bisa jalan,” ujar Lukman.

Adanya informasi tersebut wartawan radarsriwijaya.com bersama jurnalis lain mencoba menggali informasi tersebut dengan menghubungi Kapolsek Kayuagung AKP Feryanto SH, namun dirinya menegaskan bahwa jajarannya tidak ada seorang pun melakukan penangkapan dan penahanan yang dimaksud.

“Tadi malam, tidak ada anggota kita yang lakukan penangkapan terhadap truk batubara. Mungkin dari pihak lain. Sebab yang jelas bukan kita yang tangkap,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Kasat Lantas Polres OKI AKP Polin Pakpahan. Menurut Polin, tidak ada anggotanya yang melakukan penangkapan terhadap truk batubara, apalagi jika mereka berpakaian preman (tidak pakai seragam kepolisian -red).

“Saat melaksanakan tugas, personil kita pasti memakai seragam lengkap, lagipula pasti diberikan surat tilang. Jadi, jika dikatakan kalau yang nangkap berpakaian preman dan tidak ada surat tilang, artinya bukan dari Satlantas,” cetusnya.

Lantaran seperti misteri, awak media ini mencoba koordinasi dengan Bagian Humas Polres OKI melalui IPDA Ilham Parlindungan, guna menggali informasi terkait penangkapan 4 unit mobil truk bermuatan batubara tersebut.

“Sudah kita tanyakan ke Satuan Reskrim Polres OKI, dan kata mereka tidak ada yang melakukan penangkapan dimaksud,” ujarnya.

Sore harinya, lantaran tidak berhasil mendapatkan informasi yang akurat, awak media ini kembali menanyakan ke Lukman, sang sopir truk batubara.

Dikatakan Lukman, orang yang menangkap mereka tadi kesini dan sempat coba kita lakukan negosiasi dengan memberikan uang sebesar Rp2 juta, tetapi tidak mereka terima lantaran dianggap kurang banyak.

“Motor saja biasanya Rp1 juta per unit, masa ini mobil Rp500 ribu per unit,” ungkap Lukman menirukan ucapan oknum tersebut.

Keesokan harinya, Rabu (23/8/2017) tepatnya pukul 10.12 Wib, awak media ini kembali menghubungi Lukman ‘si sopir truk’, guna menanyakan keadaan berikut surat-surat dan kendaraan mereka, apakah sudah didapat dan telah melanjutkan kembali perjalanannya.

“Belum, gimana mau dapat kalau tidak ada yang urus, dan kita juga belum bisa jalan. Kan kunci kontak kendaraan ditahan,” ujar Lukman.

Mobil yang terparkir

Mendengar hal itu, awak media ini bersama salah satu awak media lainnya coba menggali informasi ke Polres OKI dan bertemu dengan kasat reskrim polres OKI AKP Haris Munandar Hasyim, namun tidak ada jawaban yang memuaskan bahkan tidak terlalu mengubris pertanyaan awak media.

“Bawa saja kesini sopirnya. ” ujar kasat seraya berlalu sambil menelepon.
Hal ini menjadi pertanyaan awak media dan berupaya untuk menggali informasi tersebut dengan menanyakan ke Unit Pidana Khusus (Pidsus), Pidana Umum (Pidum) dan Pidana korupsi (Pidkor) serta menemui Kasatlantas. Namun, tetap saja tidak berhasil mendapatkan informasi akurat, lantaran kesemuanya tidak mengetahui terkait penangkapan 4 unit mobil truk batubara tersebut.

Namun seperti terasa ada yang janggal, pasalnya, usai dari Polres OKI, awak media ini dan rekan, ketika melintasi lokasi 4 unit mobil truk batubara yang pagi hari bahkan menjelang siang masih terparkir di salah satu rumah makan berada tidak jauh dari lapangan sepakbola mini Segitiga Emas Kayuagung, ternyata didapati 4 unit kendaraan tersebut berikut para sopir lenyap bak ditelan bumi.

Alhasil, sekitar pukul 13.57 Wib, ketika dihubungi melalui seluler, Lukman ‘si sopir truk’ batubara mengaku sejak tadi malam telah berada di Jakarta. Bahkan ironisnya lagi, dirinya mengaku tidak pernah sempat menginap di Kayuagung. Ia menampik jika kendaraan ditangkap dan surat – surat kendaraannya ditahan oknum yang mengaku anggota polisi.

“Saya sudah di Jakarta sejak tadi malam, dan tidak ada tuh kita ditangkap dan ditahan surat – surat kendaraan kita. Mungkin salah sambung,” tukasnya singkat.

Hal ini membuat kecurigaan kian menjadi pertanyaan, pasalnya apakah memang oknum yang mengatasnamakan institusi tertentu dengan tujuan untuk mencari keuntungan pribadi atau justru sebaliknya.
Apalagi truk-truk tersebut “menghilang” pada saat awak media mencoba untuk menggali informasi tersebut kepihak kepolisian. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *