Listrik Masuk Desa, Tingkatkan Perekonomian Warga

 
KAYUAGUNG – Energi listrik yang mulai masuk kewilayah Kecamatan Cengal dirasakan sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian warga. meskipun saat ini wilayah cengal berada dalam wilayah terpencil. 

“Dulu listrik kami anggap cuma mimpi, tidak disangka sejak dua tahun ini desa kami sudah terang benderang” Ungkap tokoh masyarakat Cengal Risman Hadinata kepada bupati OKI.

Dengan adanya listrik masuk desa ini, sangat membantu meningkatkan  perekonomian warga setempat, selain itu biaya juga menjadi lebih murah.

“Biasanya tiap bulan biaya yang dikeluarkan sampaikan jutaan rupiah untuk beli BBM genset, sekarang 200 ribu listrik  bisa dinikmati siang dan malam.” Ujarnya saat menerima kunjungan Bupati di Kecamatan Cengal, Kemarin.

Listrik Komunal yang diperuntukan bagi masyarakat pesisir Kabupaten OKI sudah beroperasi


Selain listrik, Pembangunan jembatan Cengal- Talang Rimba menurut Risman juga sangat bermanfaat untuk warga. 

“Dulu jembatan itu berasalan kayu tidak aman untuk dilewati. Sekarang sudah cor beton” Pungkasnya.

Saat ini yang masih menjadi kendala 
adalah kerusakan jalan,  apalagi hujan yang terus mengguyur dikabupaten OKI, kerusakan  terutama pada ruas Simpang Palembang-Cengal sepanjang 18 km.

“Jalan-Jalan banyak rusak. Kami berharap segera ada perbaikan” Harapnya.

Bupati OKI H Iskandar SE mengatakan,  salah satu cita citanya ketika dipercaya menjabat Bupati OKI, yakni menghadirkan energi listrik untuk masyarakat di pesisir timur OKI.

“Menghadirkan listrik ke daerah terpencil sangat tinggi biayanya, namun itu sudah jadi cita-cita dan tugas saya maka ketika dipercaya masyarakat target saya desa ini sudah terang benderang. Alhamdulilah sejak 2015 sudah terealisasi” Ungkapnya.

Terkait kerusakan jalan Iskandar menjelaskan permasalahan Infrastruktur  menjadi permasalahan pelik banyak daerah tidak hanya di OKI.

Penyebabnya menurut dia bermacam-macam mulai dari faktor geografis, curah hujan hingga keterbatasan anggaran Pemda untuk membiayai pembangunan dan perawatan jalan.

“Daerah mengalami kesulitan untuk membangun dan memelihara infrastruktur. Masalah ini patut menjadi perhatian bersama, sehingga menjadi rekomendasi saya ke pemerintah pusat” ungkap Iskandar.

Iskandar mengatakan anggaran infrastruktur jalan yang tersedia berkisar 200 Milyar dari APBD 1,9 triliyun. Jumlah ini menurut dia jauh dari cukup untuk memperbaiki total panjang jalan kabupaten yang mencapai 15.000 km. Ditambah lagi kontur jalan yang dibangun sebagian besar berada di atas lahan gambut.

Namun demikian,  dia berjanji akan menuntaskan permasalahan jalan sebelum berkhir masa jabatannya.  Salah satu fokus Iskandar menuntaskan pembangunan ruas jalan Kayuagung Sepucuk yang menyisakan 11 Km.

“Dari 2013 sudah kita mulai, hingga 2017 ini menyisakan 11 km lagi dari total panjang 37 Km kita harap ditahun ini tuntas” pungkasnya.(den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *