Radar Sriwijaya, (Sungsang IV) – Pertamina Foundation melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Program Penguatan Perhutanan Sosial Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, pada 30 September 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya (Unsri) berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan.
Program tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Pertamina Foundation dan Universitas Sriwijaya dalam rangka memperkuat kelembagaan, kapasitas masyarakat, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal di kawasan Perhutanan Sosial LPHD Sungsang IV. Program dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari pembentukan dan penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), penyusunan modul capacity building, hingga peningkatan kapasitas pengurus dan anggota LPHD.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, tim Pertamina Foundation meninjau sejumlah perkembangan kegiatan yang telah dilakukan oleh tim pelaksana LPPM Unsri bersama masyarakat. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Working Package 1 (WP-1), yaitu Pembentukan dan Penguatan KUPS. WP-1 diarahkan untuk menghasilkan KUPS yang memiliki struktur organisasi yang jelas serta rencana usaha yang layak dan sesuai dengan potensi lokal. Kegiatan tersebut mencakup pemetaan potensi usaha berbasis sumber daya lokal, pemetaan minat anggota LPHD, fasilitasi pembentukan struktur organisasi KUPS, serta pendampingan penyusunan rencana usaha atau business plan. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan kamera secara simbolis kepada perwakilan masyarakat/LPHD Sungsang IV. Kamera tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan promosi dan dokumentasi produk UMKM serta potensi ekowisata yang dikembangkan oleh masyarakat.


Tim monitoring juga melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Selain meninjau penyusunan dokumen kelembagaan KUPS, termasuk struktur organisasi, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta rencana pengembangan usaha, tim monitoring turut meninjau peletakan gazebo sebagai bagian dari fasilitas pendukung kegiatan, perkembangan apartemen kepiting yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan budidaya kepiting bakau, serta lokasi pembibitan mangrove yang akan dikembangkan dalam tahapan kegiatan berikutnya.
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat kesesuaian antara rencana program dengan kondisi dan kebutuhan di lokasi. Tim juga melihat kesiapan sarana, lokasi, serta potensi pengembangan kegiatan yang nantinya diharapkan dapat mendukung penguatan usaha masyarakat dan pengelolaan kawasan Perhutanan Sosial secara berkelanjutan.Selain penguatan kelembagaan, monitoring juga diarahkan pada pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat. Program penguatan LPHD Sungsang IV dirancang melalui kegiatan pelatihan pengelolaan lahan berkelanjutan, keuangan dan pembukuan usaha, packaging, branding, digital marketing produk UMKM Sungsang, serta budidaya kepiting bakau.


Kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa proses pendampingan tidak hanya menghasilkan dokumen administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengurus dan anggota LPHD Sungsang IV. Evaluasi dilakukan dengan melihat kesesuaian antara kegiatan yang telah dilaksanakan dengan target dan indikator program.
Tim LPPM Universitas Sriwijaya dalam pelaksanaan program ini diketuai oleh Dr. Dessy Adriani, S.P., M.Si., dengan Prof. Dr. Ir. Muhamad Said, M.Sc. sebagai penanggung jawab dan Dr. Muhammad Hendri Gumay, ST., M.Si. sebagai wakil penanggung jawab. Program juga didukung oleh tim pelaksana yang terbagi dalam beberapa kelompok kerja sesuai dengan working package yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Pertamina Foundation bersama LPPM Unsri melakukan peninjauan terhadap capaian kegiatan sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperkuat dalam tahapan berikutnya. Proses ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan program agar tetap sesuai dengan tujuan awal kerja sama.
Program Penguatan Perhutanan Sosial LPHD Sungsang IV sendiri diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan usaha masyarakat. Pada tingkat outcome, program menargetkan berfungsinya KUPS, meningkatnya kemampuan pengurus LPHD dalam menyusun rencana usaha dan laporan keuangan sederhana, serta berjalannya sistem monitoring dan patroli kawasan secara rutin.
Dengan adanya monitoring dan evaluasi secara berkala, pelaksanaan program diharapkan dapat terus diperbaiki berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Hasil evaluasi juga menjadi bahan untuk menentukan tindak lanjut pendampingan sehingga berbagai kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi LPHD Sungsang IV.
Kerja sama Pertamina Foundation dan Universitas Sriwijaya diharapkan tidak hanya memperkuat kelembagaan LPHD dan KUPS, tetapi juga mampu mendorong berkembangnya usaha masyarakat berbasis potensi lokal dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan ekologis kawasan Perhutanan Sosial Sungsang IV.








