80 Personel Polres OKI Ikuti Ujian Bela Diri Jelang Kenaikan Pangkat

Caption : Personel Polres OKI yang mengikuti ujian beladiri berphoto bersama.

Radarsriwijaya.com, (OGAN ILIR). — Sebanyak 80 personel Polres Ogan Komering Ilir (OKI) mengikuti ujian bela diri sebagai salah satu tahapan dalam proses kenaikan pangkat periode 1 Januari 2027.

Ujian tersebut berlangsung di Polres Ogan Ilir, Kamis (3/9/2026). Kegiatan diikuti personel dari tiga satuan kewilayahan, yakni Polres OKI, Polres Ogan Ilir, dan Polres Prabumulih.

Dari 80 personel Polres OKI yang mengikuti ujian, sebanyak 13 orang merupakan perwira dan 67 lainnya bintara.

Ujian tidak semata-mata mengukur kemampuan teknik bela diri. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan fisik, ketangkasan, kecepatan mengambil tindakan, serta pengendalian diri saat anggota menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Dalam pelaksanaan tugas kepolisian, kondisi fisik yang prima menjadi salah satu modal penting. Anggota dituntut mampu bergerak cepat, menjaga keseimbangan, mengendalikan situasi, sekaligus menggunakan kemampuan bela diri secara terukur dan bertanggung jawab.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan, ujian bela diri merupakan bagian dari pembinaan sekaligus persyaratan yang harus dipenuhi personel dalam proses kenaikan pangkat.

“Kenaikan pangkat merupakan penghargaan sekaligus amanah. Karena itu, setiap personel harus memenuhi persyaratan dan menunjukkan kompetensi serta kesiapan dalam melaksanakan tugas,” katanya.

Menurutnya, kemampuan personel harus terus dipelihara dan ditingkatkan. Profesionalisme anggota Polri tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan fisik serta mental dalam menghadapi tantangan tugas.

Kemampuan bela diri, kata dia, menjadi salah satu keterampilan yang harus tetap terjaga karena anggota Polri dapat menghadapi kondisi lapangan yang dinamis dan tidak selalu dapat diprediksi.

Karena itu, latihan dan pengujian kemampuan bela diri juga memiliki nilai pembinaan. Selain menjaga kebugaran, latihan tersebut melatih refleks, koordinasi gerak, disiplin, keberanian, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan diri.

Bagi personel yang mengikuti ujian, kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan. Di balik pangkat yang lebih tinggi terdapat tuntutan profesionalisme dan tanggung jawab yang semakin besar kepada masyarakat dan institusi.(den/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed