UNSRI Perkuat Ketangguhan Petani Padi Sungai Rebo Hadapi Perubahan Iklim

Doc : Tim UNSRI

Radar Sriwijaya, (Banyuasin) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya (UNSRI) melaksanakan program “Peningkatan Resiliensi Petani Menghadapi Dampak Perubahan Iklim pada Usahatani Padi melalui Partisipasi Akar Rumput di Desa Sungai Rebo Kabupaten Banyuasin.” Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani padi di lahan pasang surut dalam menghadapi perubahan iklim melalui teknologi budidaya adaptif, penguatan kelembagaan, dan pemanfaatan kearifan lokal.

Program diketuai Dr. Ir. Yulian Junaidi, M.Si., dengan anggota Dr. Irmawati, S.P., M.Si., M.Sc. dan Dwi Wulan Sari, S.P., M.Si., Ph.D.

Perubahan iklim telah meningkatkan risiko bagi petani padi, mulai dari pergeseran musim tanam, curah hujan ekstrem, banjir dan kekeringan hingga meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman. Di Desa Sungai Rebo, tantangan tersebut dihadapi petani yang sebagian masih mengandalkan teknik budidaya dan pengalaman turun-temurun.

Program dilaksanakan bersama Kelompok Tani Beringin Jaya dengan pendekatan partisipatif berbasis akar rumput. Petani ditempatkan sebagai pelaku utama dalam mengenali permasalahan, berbagi pengalaman, serta mengembangkan solusi yang sesuai dengan kondisi lokal.

Kegiatan diawali dengan survei dan penyiapan demplot pertanian cerdas iklim seluas 0,5 hektare. Petani bersama tim kemudian melakukan pembuatan pupuk organik cair dengan memanfaatkan kotoran kambing dan bahan lokal, dilanjutkan penanaman serentak menggunakan varietas Inpari 42 serta pengaplikasian pupuk dan pestisida.

Penguatan kapasitas petani juga dilakukan melalui Pelatihan Cerdas Iklim pada 8 Agustus 2026 oleh Dr. Irmawati, S.P., M.Si., M.Sc., untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam menghadapi perubahan iklim. Selanjutnya, pada 9 Agustus 2026, Dwi Wulan Sari, S.P., M.Si., Ph.D. memberikan pelatihan kelembagaan dan pemasaran guna memperkuat organisasi petani serta meningkatkan kemampuan memasarkan hasil panen.

Program diharapkan meningkatkan kemampuan adaptasi, memperkuat kelembagaan, serta mendorong inovasi pertanian tahan iklim berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini sekaligus mendukung SDG 1, SDG 2, dan SDG 13, khususnya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penanganan perubahan iklim.

Tim menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, atas dukungan Tahun Anggaran 2026 melalui Kontrak Pengabdian Nomor 191/C3/DT.05.00/PM/2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *