Demplot CARE Revived Desa Kemang: Memulihkan Ekosistem, Menguatkan Pertanian, dan Membuka Peluang Agrowisata

Radar Sriwijaya, (Kemang) – Upaya memulihkan lahan sekaligus membangun sumber penghidupan baru bagi masyarakat terus dikembangkan melalui Penanaman Bersama Demplot CARE Revived di Desa Kemang, Musi Banyuasin, pada Sabtu 08/08/2026. Kegiatan ini mengusung konsep restorasi ekosistem, agroforestri, dan pertanian produktif pada wilayah penambangan, dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai aksi menanam pohon, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun model pengelolaan lahan yang menggabungkan pemulihan lingkungan dengan produktivitas ekonomi masyarakat. Demplot CARE Revived diarahkan menjadi ruang belajar bersama untuk mengembangkan tanaman produktif, memperbaiki kualitas lahan, meningkatkan tutupan vegetasi, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi lokal.

CARE Revived sebagai Model Pemulihan Lahan Berbasis Masyarakat

Ketua Tim Riset CARE Revived, Dr. Vieronica VS., Dosen Sosiologi Universitas Sriwijaya, menyampaikan bahwa kegiatan CARE Revived dibangun dengan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pemulihan kawasan.

Menurutnya, pemulihan lahan tidak cukup hanya dengan melakukan penanaman, tetapi harus diikuti dengan proses perawatan, pengembangan, serta pemanfaatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, demplot menjadi penting sebagai ruang pembelajaran untuk memperlihatkan bahwa lahan yang sebelumnya mengalami tekanan akibat aktivitas penambangan tetap memiliki peluang untuk dipulihkan dan dikembangkan menjadi lahan produktif.

“CARE Revived kita dorong bukan hanya sebagai kegiatan menanam, tetapi sebagai proses membangun kembali hubungan antara masyarakat, lingkungan, dan sumber penghidupan. Demplot ini menjadi ruang pembelajaran bersama agar restorasi ekosistem dapat berjalan beriringan dengan agroforestri dan pertanian produktif,” jelas Dr. Vieronica.

Ia menambahkan, keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh keberlanjutan setelah kegiatan penanaman. Tanaman yang ditanam perlu dirawat, dipantau pertumbuhannya, dan secara bertahap dikembangkan menjadi bagian dari sistem usaha masyarakat. Dengan demikian, manfaat CARE Revived tidak berhenti pada pemulihan ekologis, tetapi juga dapat memberikan nilai sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

Kepala Desa Kemang, Edison, menyambut baik pelaksanaan kegiatan CARE Revived di wilayahnya. Ia menilai kehadiran demplot dapat menjadi momentum bagi Desa Kemang untuk mengembangkan model pemanfaatan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Edison berharap demplot tersebut tidak berhenti hanya sebagai lokasi penanaman, tetapi dapat dikembangkan menjadi demplot percontohan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik kegiatan CARE Revived ini. Harapan kami, demplot ini tidak berhenti sampai penanaman saja. Ke depan bisa menjadi contoh yang dapat dikembangkan, baik untuk pertanian produktif, agroforestri, maupun kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Edison.

Menurutnya, apabila pengelolaan dilakukan secara konsisten, kawasan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh menjadi agrowisata berbasis desa, sekaligus menjadi pusat pengembangan dan pengolahan produk lokal. Hasil pertanian masyarakat nantinya tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu membuka peluang usaha baru.

“Kalau dikembangkan dengan baik, kami berharap ke depan bisa mengarah pada agrowisata dan pengolahan produk lokal. Jadi masyarakat bukan hanya menanam dan menghasilkan, tetapi juga bisa mengolah, mengembangkan usaha, dan mendapatkan nilai tambah dari hasilnya,” tambahnya.

Dari Menanam Pohon Menuju Ekonomi Desa

Semangat yang dibangun melalui CARE Revived adalah menjadikan restorasi sebagai investasi ekologis sekaligus investasi sosial-ekonomi. Penanaman menjadi titik awal, sementara keberlanjutan pemeliharaan, pengembangan agroforestri, pengolahan hasil, hingga potensi agrowisata menjadi tahapan lanjutan yang dapat memperkuat manfaat program.

Kolaborasi antara Universitas Sriwijaya, Pemerintah Desa Kemang, CARE Revived, Sarekat Hijau Indonesia, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan model pengelolaan lahan yang dapat direplikasi di kawasan lain.

Dengan demikian, Demplot CARE Revived Desa Kemang tidak hanya menjadi hamparan tanaman baru, tetapi diharapkan tumbuh menjadi ruang belajar, ruang produksi, ruang pemulihan ekosistem, sekaligus ruang tumbuhnya ekonomi masyarakat desa.

Dari lahan yang dipulihkan, tumbuh kehidupan. Dari tanaman yang dirawat, tumbuh harapan. Dan dari kolaborasi masyarakat, lahir masa depan desa yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed