Foto: Bupati OKU Teddy Meilwansyah mensosialisasikan program beasiswa kedokteran (Armizi/Radar Sriwijaya)
Radar Sriwijaya.com (OKU) — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai mensosialisasikan program beasiswa kedokteran bagi siswa kurang mampu sebagai langkah nyata mendukung percepatan pemenuhan kebutuhan dokter di Indonesia.
Program ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, sekaligus realisasi janji kampanye Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah untuk membuka akses pendidikan kedokteran bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab OKU telah menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Saat ini, sosialisasi dilakukan kepada seluruh kepala sekolah SMA/sederajat di wilayah OKU guna menjaring calon peserta terbaik.
“Pemda OKU mendukung penuh instruksi Presiden Prabowo dalam percepatan penambahan dokter di Indonesia. Program ini kami beri nama ‘Gapai Mimpi Wujudkan Harapan Jadi Dokter untuk OKU Maju dan Terdepan’,” ujar Teddy.
Ia menjelaskan, sekolah diminta mengusulkan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk mengikuti seleksi. Selanjutnya, tim akan melakukan verifikasi hingga terpilih sekitar 20 peserta terbaik yang akan mengikuti pendidikan di UIN.
“Seleksi dilakukan secara ketat dan transparan. Tidak ada unsur KKN, karena program ini benar-benar ditujukan bagi anak-anak yang berkompeten dan memenuhi syarat,” tegasnya.
Adapun syarat utama yang ditetapkan antara lain nilai mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Bahasa Inggris minimal 80, serta berasal dari keluarga kurang mampu.
Bupati juga menambahkan, peserta yang lulus seleksi akan mendapatkan pembinaan khusus pada tahun pertama guna mengejar ketertinggalan dengan mahasiswa dari kota besar.
“Harapannya, ke depan OKU tidak lagi kekurangan dokter, dan lulusan program ini dapat kembali mengabdi untuk daerah,” ujarnya.
Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan lain yang harus dipenuhi, di antaranya siswa kelas XII SMA/sederajat di OKU, memiliki prestasi akademik maupun non-akademik, berdomisili minimal tiga tahun di OKU, serta bersedia menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri jajaran pejabat Pemkab OKU, di antaranya para asisten daerah, kepala dinas, serta seluruh kepala sekolah SMA/sederajat di wilayah OKU. (Diq)











