Caption : Aktivitas alat berat membersihkan tumpukan Enceng gondok di Jembatan Belanti SP Padang.
Radarsriwijaya.com, (OKI).– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ilir menurunkan alat berat untuk membersihkan tumpukan eceng gondok yang menutupi aliran sungai di Jembatan Desa Belanti, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Pembersihan dilakukan menyusul semakin padatnya gulma yang menutup area sungai seluas sekitar satu hektare dengan ketebalan mencapai satu meter. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir, terutama saat debit sungai meningkat.
Kepala Dinas PUPR OKI, Man Winardi, didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Ir. Amir Muhyidin, mengatakan proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan kombinasi metode manual dan mekanis.
“Gulma berukuran kecil dihanyutkan mengikuti arus air, sedangkan gulma yang sudah padat dan bercampur sampah diangkut ke pinggir sungai secara estafet oleh petugas. Selanjutnya dimuat ke dump truk untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir,” ujar Man, Sabtu (28/2).
Menurutnya, upaya pembersihan sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Namun, pertumbuhan eceng gondok yang tergolong cepat membuat penanganan secara manual tidak lagi efektif sehingga diperlukan pengerahan alat berat.
Ia menegaskan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan hingga aliran sungai kembali normal dan terbebas dari tumpukan gulma.
“Pekerjaan masih terus berjalan sampai benar-benar bersih dan aliran air kembali lancar,” tegasnya.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten OKI berencana berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VII guna memperoleh dukungan teknis serta langkah penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Sementara itu, pemerintah desa setempat akan meningkatkan pengawasan serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna mencegah kembali terjadinya penumpukan eceng gondok di lokasi tersebut.
Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menjaga kelestarian sungai sekaligus meminimalisasi potensi banjir di wilayah Desa Belanti dan sekitarnya.(den/ril)






