oleh

Dugaan Penusukan di Mall PS Bermotif Cemburu

Radar Sriwijaya, Palembang – Pengunjung PS mall dihebohkan dengan keributan antar pemuda yang berduel di depan pintu masuk mall. Dalam video yang kami terima terlihat pria berkaos hitam menikam lawannya yang menggunakan baju putih dan berlumuran darah tepat dibelakang punggungnya.

Zubasti, orang tua dari korban saat ditemui di SPKT Polrestabes Palembang membenarkan bahwa yang berkelahi tersebut ialah anaknya.

“Cewek tersebut bernama Kirana, orang tua Kirana dan anak saya sudah setuju untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Namun, nyatanya Kirana ini selingkuh dengan pelaku yang diketahui teman dekat Kirana,”ujar Zubasti kepada awak media, Selasa (14/6/2022).

Dari keterangannya korban mengalami luka tusuk sebanyak 5 lubang.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mochamad Ngajib melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa pelaku sudah diamankan di Mapolrestabes Palembang.

Ya pelakunya sudah kita amankan untuk motifnya diduga dari permasalah perempuan”singkatnya saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Sementara itu di tempat terpisah tersangka AP (17), mengatakan bahwa ia nekat menusuk korban Ahmad Kailani karena merasa kesal dan sakit hati terhadap korban.

“Kirana itu pacar saya, kami pacaran kurang lebih 11 hari” ujar AP.

Beberapa hari sebelum kejadian motor pelaku juga pernah ditabrak oleh korban saat pulang dari tempat kerjanya pada malam hari, saat itu Korban dan rombongannya juga mengancam akan menghancurkan conter tempat pelaku bekerja.

Di hari yang sama saat kejadian korban buat perjanjian dengan korban.

dia (korban) buat janji kan, temui aku jam 14.00 di alfamart PS (Palembang Store).

Karena merasa terancam pelaku akhirnya berniat membawa pisau dari rumah.

Tiba tiba setelah magrib korban sudah ada di tempat korban bekerja dengan membawa surat perjanjian dan memaksa pelaku untuk menanda tangan.

Dio buat surat perjanjian aku daktau isinya apa, maksa aku buat tanda tangan.

“dio paksa aku buat tanda tangan, aku dak galak, terus dipaksa dio, berhubung sudah sakit hati, khilaf dan dendam juga akhirnya aku tusuk dari belakang” tutup AP. (bram/krs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed