oleh

Pangdam II/Sriwijaya Kunker Ke Kodim 0402 OKI-OI

Photo : Pangdam II / Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi saat memberikan arahan kepada anggota kodim 0402 OKI-OI.

Radar Sriwijaya (OKI), – Panglima Kodam (Pangdam) II/Sriwijaya Mayjend TNI Agus Suhardi melakukan kegiatan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa wilayah jajaran di bawah Kodam II/Sriwijaya, Selasa (15/9/2020).

Wilayah pertama yang dikunjungi Pangdam yakni Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0402/OKI-OI.

Menurutnya, kunjungan ke Makodim 0402/OKI-OI bertujuan untuk mengetahui secara nyata di lapangan kegiatan apa saja yang dilakukan dan hambatan yang dialami oleh seluruh satuan di bawah jajaran Kodam II/Sriwijaya.

Pangdam menerangkan, bahwa sementara ini semua tugas yang diberikan pimpinan sudah berjalan dengan baik.

“Seperti karhutbunla sudah bisa kita minimalisir, kemudian keamanan dan ketertiban berkerjasama dengan Polri kita dapat wujudkan. Ya, walaupun masih ada disana sini, tapikan untuk kualitas dan kuantitasnya sudah agak berkurang,” terangnya.

Dirinya juga berpesan kepada jajaran Kodim 0402/OKI-OI untuk tetap melakukan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat.

“Terus jalin kerjasama dengan seluruh instansi, terutama dengan pemda, Polri dan seluruh instansi yang ada di wilayah ini,” tandasnya.

Menanggapi kunjungan kerja Pangdam, Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI-OI Letkol CZI Zamroni S.Sos mengatakan, pihaknya merasa bangga atas kunjungan yang dilakukan Pangdam tersebut.

Menurutnya, selain memonitoring secara langsung kegiatan yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0402/OKI-OI, Pangdam juga memberikan motivasi kepada keluarga besar Kodim dalam rangka melaksanakan tugas dan juga menjaga keharmonisan agar bisa berjalan dengan tertib, sehingga tercipta suasana yang kondusif dan lancar, baik dalam tugas maupun di dalam rumah tangga masing-masing.

Terkait karhutbunla, Dandim menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan bahwa saat ini memang sudah terjadi karhutbunla, tapi belum terlalu signifikan. Namun pihaknya tetap berupaya untuk meminimalisir terjadinya karhutbunla.

“Kami punya alat berat cuma satu unit, namun tetap kami optimalkan kalau sewaktu-waktu memang dibutuhkan kami siap, seperti pembuatan skat kanal,” jelas Dandim.

Ia juga menegaskan bahwa satu unit alat berat tersebut sudah siap digunakan dan saat ini sudah berada di Makodim 0402/OKI-OI.

“Sebelumnya, alat berat ini digunakan di Pemulutan, tapi kemarin sudah selesai digunakan dan sudah kita bawa kembali ke Makodim,” tegasnya.

Dandim juga mengatakan, selain mengoptimalkan peralatan yang ada, pihaknya juga tetap konsisten dalam melakukan langkah-langkah preventif di desa-desa, yakni dengan melaksanakan patroli bersama pihak Polri, BPBD OKI, dan Manggala Agni.

“Untuk peralatan pemadaman dari TNI tidak ada. Saya mengimbau dan juga menekankan kepada BPBD OKI seharusnya mereka mempunyai alat tersebut, sehingga apabila dibutuhkan bisa cepat. Dan saya mengimbau juga kepada perusahaan-perusahaan yang mempunyai lahan-lahan konsensi agar dijaga dan standby kan, selain alat pemadam juga alat berat itu. Karena untuk mencegah agar jangan sampai meluas, jadi perusahaan-perusahaan yang ada di OKI harus siaga juga untuk mempunyai alat berat, paling tidak untuk membuat skat kanal,” katanya.

Dandim menambahkan, pihaknya juga konsisten dalam melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, baik melalui telpon atau bertemu langsung.

“Kami selalu mengingatkan kepada kita semuanya agar menjaga lingkungan atau menjaga lahannya masing-masing, baik yang konsensi maupun lahan kosong, karena lahan kosong ini paling bahaya,” tambah dia.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat OKI dan OI agar jangan melakukan pembukaan lahan dengan membakar hutan.

“Kemarin pak gubernur sudah menjanjikan, apabila ada petani yang ingin membuka lahan dan butuh alat, ajukan permohonan bantuan. Kita hindari jangan sampai terjadi kebakaran,” pungkasnya.(rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed