Proyek 2 Jembatan di Pagaralam Dibangun Sejak 2016 Mangkrak, Warga Keluhkan Jalan Putus

Radar Sriwijaya – Pembangunan dua jembatan di Kota Pagaralam yaitu Jembatan Ayek Betung dan Jembatan Tebat Gheban dipastikan tidak akan diteruskan.

Pasalnya dana yang dibutuhkan cukup besar dan tidak akan bisa dibangun menggunakan APBD Kota Pagaralam.

Sejak dibangun pada 2016 lalu sampai saat ini dua jembatan tersebut belum kembali dilanjutkan pengerjaannya.

Bahkan sampai saat ini akibat pembangunan jembatan tersebut akses jalan terputus dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.

Pantauan Rabu (8/8/2018) menyebutkan, terlihat kondisi pembangunan jembatan masih tidak ada perubahan setelah usai dibangun tiang dan pondasi jembatan pada 2018 lalu.

Pembangunan jembatan ini juga telah dikeluhkan warga, pasalnya akibat dibangun jembatan tersebut akses warga terputus.

Warga hanya bisa menggunakan jalan setapak yang ada dibawah jembatan sebagai akses menuju ke kebun mereka.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pagaralam, H Hariyadi melalui Kabid Bina Marga, H Ardiansyah mengatakan, jika melihat dari KUPPAS 2019 yang mulai dibahas di DPRD, sepertinya kelanjutan pembangunan Jembatan Ayek Betung dan Tebat Gheban belum bisa dilanjutkan.

“Jika melihat anggaran dinas PU di tahun 2019 yang tidak terlalu besar, sepertinya tidak akan bisa melanjutkan pembangunan dua jembatan tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan Ardi, berdadarkan rincian dinas PU Kota Pagaralam diperkirakan untuk menyelesaikan dua jembatan tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 66 Miliyar lagi.

“Tahun depan dana dinas kita hanya Rp10 Miliyar itupun hanya untuk kebutuhan rutin saja. Jadi dipastikan tidak bisa digunakan untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut,” tegasnya.

Dikatakan Ardi, jika memang harus diselesaikan pembagunan jembatan tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam harus mencari sumber dana selian APBD Kota.

“Sumber dana lain bisa dari provinsi maupun pusat. Namun hal ini juga masih tergantung dengan Walikota baru apakah akan dilanjutkan pengerjaannya atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Anwar (41) warga Pagaralam menyayangkan jika pembangunan jembatan tersebut tidak dilanjutkan. Pasalnya warga akan mengalami kesulitan pasalnya selama ini akses jalan yang ada bagus namun sejak dibangunnya jembatan itu akses jalan menjadi sulit.

“Jika terus dibiarkan mengkrak seperti ini masyarakat yang akan dirugikan. Pasalnya akses jalan warga sudah putus dan rusak,” tegasnya. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed