Radar Sriwijaya – Puluhan pedagang tradisional Pasar Cinde Palembang nampak kebingungan, mereka was-was dan sangat khawatir apabila Aldiron Plaza Cinde sudah dibangun para pedagang lama tak kebagian lapak.
Kegusaran para pedagang tersebut saat ngobrol langsung dengan pihak Aldiron menanyakan prihal nasib mereka nantinya. Mereka sudah tak sabar menempati pasar modern tersebut, mengingat, dagangan mereka sepi pembeli setelah direlokasi sementara di Pasar Cinde.
“Pak, kami was-was kalau tidak dapat lapak dan kami khawatir nanti kami kalah saingan dengan pasar modern kalau sudah jadi nanti,” kata salah seorang pedagang coba berdialog dengan CEO Aldiron Grup, Aldrin Tando.
Hermawan, seorang pedagang pakaian yang biasa di pasar Cinde mengatakan, meski sudah mendapatkan garansi bahwa pedagang lama mendapatkan prioritas lapak namun ia sangat khawatir tak mendapatkan tempat.
“Katanya sih pasti dapat, tapi para pedagang masih was-was takutnya siapa yang banyak duit di dahulukan bukan pedagang lama,” ujarnya.
Senada, diungkapkan Basarrudin, tukang jahit mengatakan, berdasarkan data dari pihak aldiron Grup, bahwa ada 600 pedagang yang jadi prioritas, padahal menurut data dari PD Pasar Palembang Jaya pedagang di Pasar Cinde mencapai 835 pedagang.
“Nah ini yang jadi buat kita heran data pedagang itu beda, kemana nantinya 200 an pedagang itu. Takutnya yang banyak duit tadi didahulukan kita tergeser,” katanya.
Menurut SK Gubernur, pedagang lama mendapatkan prioritas dengan retribusi Rp 20 ribu perhari dan Rp 325 ribu perbulan. Kendati demikian pedagang masih belum begitu mempercayai, terlebih ada informasi ada biaya menerima kunci hingga puluhan juta rupiah per lapak.
“Takutnya tak sesuai SK Gubernur, kan subsidi nya jelas. Banyak yang bilang ada biaya puluhan juta untuk terima kunci,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Aldiron Grup, Aldrin Tando menegaskan, para pedagang lama tak perlu khawatir dengan desas-desus tersebut. Pedagang lama menjadi prioritas mereka untuk menghuni Aldiron Plaza Cinde Palembang.
Diakuinya, memang sudah ada sekitar 1.200 pedagang baru dari berbagai pasar di Palembang akan masuk ke pasar modern itu. Namun pedagang lama tentunya mendapatkan perhatian lebih dan harga lapak jauh lebih murah dibandingkan pedagang baru.
“1.200 pedagang menyatakan siap pindah kesini. Harga yang kita berikan dimulai dari Rp 350 juta, pedagang bisa kredit. Nah, pedagang lama harganya jauh di bawah itu, karena mereka prioritas,” pungkasnya. (den)










