Tercangkul Makam Lain,Tukang Gali Kubur ini Didatangi Wanita Tua,Kejadian Berikutnya Bikin Merinding

Radar Sriwijaya – Sepuluh tahun lebih menjadi penggali liang kuburan membuat Achir (60) warga Jalan Telaga Swidak RT 20 RW 04 Kecamatan Seberang Ulu II Palembang kaya akan pengalaman, Jumat (18/8/2017).

Bukan cita-citanya untuk menjadi tukang gali kubur.

Keadaan yang sulit mencari pekerjaan membawanya ke pekerjaan yang jarang dilakoni orang lain.

Ia tinggal di sekitar TPU Telaga Swidak.

Kerja sebagai tukang gali kubur tidak setiap hari mendapatkan uang.

Karena itu ia menyambi menjadi penarik bentor.

Menunggu penumpang yang hendak diantar.

Achir

Selama menjadi tukang gali kubur banyak kejadian – kejadian aneh yang ia alami.

Gangguan mahluk tak kasat mata bahkan pernah mengancam keselamatannya.

“Ceritanya baru sekitar satu bulan yang lalu, saya sampai tak habis fikir dibuatnya”, jelasnya.

Berawal dari ada pemesanan liang kubur, Achir bersama keempat rekannya menggali tanah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Naga Swidak.

Secara tidak sengaja ia salah mengayunkan arah cangkul, sehingga mengenai makam di sebelah galiannya.

Tak ada yang aneh saat itu.

Tak lama setelah kejadian tersebut, tiba – tiba ada seorang wanita tua memanggilnya.

“Saya sedang sibuk menggali liang, wanita itu memanggil saya minta diantarkan ke suatu tempat menggunakan bentor saya”, terangnya.

Karena memang ia bekerja sebagai penarik bentor, Achir tak ada merasa curiga sedikitpun.

Hanya saja ia tidak mengenal sosok wanita tua tersebut, tetapi wanita itu mengetahui namanya.

Wanita itu juga tidak mau naik bentor lain, ia tetap bersikeras untuk naik bentor Achir.

“Nama panggilan saya Lelek, yang membuat saya tak habis wanita itu mengetahui nama saya sedangkan saya tak mengenal dia”, ungkapnya.

Dipenuhi rasa penasaran akhirnya ia meninggalkan galiannya.

Tinggal temannya bertiga yang menggali.

Begitu Achir menghidupkan mesin Bentornya, wanita itu segera duduk di dalam bentor.

Saat ia belum menarik gas motornya, motor Achir melaju dengan sendirinya.

Ia langsung berteriak kencang karena bentornya berjalan dengan cepat.

Tidak bisa mengendalikan laju bentornya, ia akhirnya terpental ke arah sebelah kiri bersama dengan bentornya.

“Saya sangat terkejut, bentornya berjalan sendiri, padahal belum saya gas”, tegasnya.

Akibat peristiwa tersebut ia mengalami luka – luka di bagian tangan serta kaki.

Luka

Yang lebih mengherankan, penumpang wanita yang naik ke bentornya tidak ada di tempat duduk.

Tiba – tiba saja wanita itu menghilang.

Merasa kebingungan ia mencoba menanyakan kepada orang di sekitar tempat ia terjatuh.

Secara mengejutkan orang disekitar tempatnya terjatuh ternyata tidak melihat sosok penumpang wanita yang menaiki bentornya.

“Semua orang yang melihat saya terjatuh mengatakan kalau saya terjatuh sendiri, tidak ada penumpang wanita”, ceritanya.

Setelah kejadian tersebut keesokan harinya ia kembali menghampiri makam di samping liang kubur yang ia gali.

Merasa pernah melakukan kesalahan karena tak sengaja kena cangkulnya.

Achir memanjatkan doa di makam tersebut.

“Saya mungkin pernah bersalah karena secara tidak sengaja menyenggol makam di sebelah liang galian saat mengayunkan cangkul”, tuturnya. (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *