Iskandar SE : Ponpes Benteng Pertahanan Aqidah

** Wisuda Santri PP Tauhidil Muchlisin di Desa Sukapulih

KAYUAGUNG – Bupati OKI H Iskandar SE mengatakan,  Keberadaan pondok pesantren dikabupaten OKI memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter generasi muda yang berahlaqul karimah.

Penyerahan sertifikat kepada salah seorang santri oleh Bupati OKI H Iskandar SE

Pondok pesantren merupakan benteng pembentukan akidah dan akhlak yang benar yang mulia. Dimana penanaman aqidah yang diajarkan melalui pondok pesantren dapat mencegah berbagai budaya yang dapat merusak bangsa.

Hal tersebut disampaikan H Iskandar dalam kegiatan   wisuda tahfidzul Quran siswa/i MTs Satu Atap angkatan VIII dan siswa/i MA angkatan V itu dilaksanakan di halaman PP Tauhidil Muchlisin di Desa Sukapulih, Selasa (4/7) siang.

Menurut Bupati OKI, Ponpes harus menjadi benteng  pertahanan untuk mengembangkan aqidah serta tumbuh menjadi insan yang berkualitas.

“Perjalanan hidup pasti akan menghadapi pahit dan manis. Saat dapat manis jangan mudah untuk menelan karena bisa saja menjadi penyakit, jika dapat yang pahit jangan mudah dimuntahkan atau dibuang karena bisa saja menjadi obat.  Pahit dan manis harus jadi pembelajaran hidup, jalin ukhuwah Islamiah, Di Pesantren ini ditanamkan akidah atau keyakinan yang benar.” katanya.

Penyerahan bantuan Al Quran dan Jus Amma dari PT OKI Pulp

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten OKI sangat konsen melaksanakan Pembangunan bidang keagamaan, berbagai program yang dilakukan diantaranya  pemberian intensif bagi para imam masjid hingga pengurus jenazah atau Mudi-Mudina (Orang yang memandikan jenazah baik perempuan maupun laki-laki) yang dimulai pada tahun 2017.

Honor untuk para mudi-mudina ini sebesar Rp. 500 per orang/tahun tujuannya adalah untuk memacu semangat para mudi-mudina dalam melaksanakan tugas yang sangat mulia tersebut.

 

Kemudian insentif  untuk  imam masjid kecamatan diberikan insentif sebesar Rp 3 juta per tahun setiap orang, sementara bagi imam masjid desa sebesar Rp 1.800.000 per tahun per orang.

Ditahun sebelumnya, Pemda OKI tetap memberikan insetif bagi ustadz dan ustadzah sebesar Rp 1 juta per tahun per orang, P3N sebesar Rp 3 juta per tahun per orang, dan untuk rohaniawan sebesar Rp 1 juta per tahun per orang. Selain itu bantuan peringatan hari-hari besar keagamaan, bantuan untuk pondok pesantren dan masjid-masjid serta pelaksanaan isbat nikah gratis bagi warga yang belum tercatat pernikahannya oleh Negara yang kesemuanya merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam pembangunan bidang keagamaan.

Sementara itu Ketua Pondok Pesantren (PP) Tauhidil Muchlisin Abah Yuristian menceritakan, PP yang dipimpinnya kini telah berusia 11 tahun, semula PP itu beratap daun ilalang dan berdinding bambu.

Abah Yuris Palimbani mewisuda para santri

Pihaknya telah mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Rincinya, santri yang diwisuda merupakan penghafal Alquran 30 juz, 10 juz, 6 juz, 5 juz, 4 juz dan 3 juz.

Perwakilan Kementerian Agama OKI, Muazni mengatakan,  wisuda santri kemarin diharapkan menjadi amal jariyah bagi pimpinan PP karena telah menciptakan generasi yang islami dan Qurani.

“Semga ini diikuti Ponpes lain agar tidak berhenti berjuang mengantarkan generasi muda yang islami  qurani,”pintanya.

Dalam Kesempatan tersebut hadir  Manager PT OKI Pulp and Paper Mills H Gadang Harto Hartawan. Mewakili perusahaan, dirinya menyerahkan bantuan CSR berupa 500 Alquran dan 250 juz Amma.

Ikut hadir pula sejumlah pejabat di jajaran Pemkab OKI seperti Asisten Sekda Drs H Antonius Leonardo MSi dan Azhar SE, Kadin PU dan Penataan Ruang Ir HM Hafiz MM, Kadin Ketahanan Pangan, Tanaman dan Holtikultura Syarifudin SP MSi, Kadin Pendidikan H Masherdata Musa’i SH MSi, Kadin Perkebunan dan Peternakan Aris Panani SP MSi serta para orang tua santri.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *