Pertamina Foundation dan LPPM Unsri Petakan Potensi Usaha untuk Penguatan LPHD Sungsang IV

Dok: Tim UNSRI

Radar Sriwijaya, (Sungsang IV) – Tim kerja sama Pertamina Foundation dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan kegiatan pengambilan data awal di Desa Sungsang IV pada 26 Agustus 2026. Kegiatan yang diketuai Dr. Dessy Adriani, S.P., M.Si. bersama dosen-dosen Universitas Sriwijaya lainnya yang tergabung dalam tim pelaksana. Pengambilan data awal menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kelembagaan, potensi sumber daya lokal, peluang usaha, minat masyarakat, serta kapasitas anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sungsang IV. Tahap awal ini merupakan bagian dari Working Package 1 (WP-1), yaitu pembentukan dan penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Program ini diarahkan agar pengelolaan perhutanan sosial tidak hanya berjalan dari sisi administratif, tetapi juga mampu berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Dr. Dessy Adriani menjelaskan bahwa kerja sama Pertamina Foundation dan LPPM Unsri tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola kelembagaan dan usaha.

“Kegiatan ini tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik. Kami bersama dosen-dosen Unsri lainnya ingin berkontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan LPHD. Karena itu, kami perlu memetakan terlebih dahulu kondisi awal, potensi, serta kebutuhan masyarakat agar program yang dijalankan nantinya benar-benar tepat sasaran dan dapat berkelanjutan,” ujar Dr. Dessy Adriani.

Melalui pemetaan tersebut, tim akan melihat potensi-potensi yang dapat dikembangkan menjadi usaha masyarakat. Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah usaha berbasis sumber daya pesisir, termasuk budidaya kepiting. Selain potensi produksi, pengembangan usaha nantinya juga akan memperhatikan aspek kelembagaan, keberlanjutan usaha, administrasi, keuangan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital. Penguatan KUPS menjadi penting karena kelompok usaha membutuhkan struktur organisasi dan sistem administrasi yang jelas. Kelompok juga perlu memiliki kemampuan menyusun proposal, AD/ART, pembagian tugas pengurus, serta rencana bisnis yang dapat digunakan sebagai panduan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

Dalam rancangan WP-1, pendampingan selanjutnya akan mencakup penentuan usaha prioritas, penguatan struktur organisasi KUPS, penyusunan AD/ART, serta penyusunan business plan. Rencana usaha tersebut antara lain mencakup pengembangan produk, pengemasan, strategi pemasaran, perhitungan biaya dan pendapatan, analisis kelayakan usaha, serta rencana pengembangan usaha dalam beberapa tahun ke depan.

Selain WP-1, masih terdapat rangkaian kegiatan lain yang akan dilaksanakan oleh tim Pertamina Foundation dan LPPM Unsri di Desa Sungsang IV. Pada tahapan berikutnya, program akan dilanjutkan melalui penyusunan bahan dan modul peningkatan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan LPHD dan kondisi masyarakat setempat.

Program kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas pengurus dan anggota LPHD. Materi yang dirancang mencakup pengelolaan lahan dan sumber daya secara berkelanjutan, manajemen keuangan dan pembukuan usaha, pengelolaan pelayanan wisata berbasis potensi lokal, serta patroli dan monitoring kawasan. Pelaksanaannya akan diarahkan secara partisipatif melalui diskusi, praktik, simulasi, dan pendampingan sehingga materi yang diberikan dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.

Kepala Desa Sungsang IV menyambut baik kerja sama Pertamina Foundation dan LPPM Unsri tersebut. Kehadiran perguruan tinggi dan mitra dinilai dapat memberikan dukungan bagi masyarakat dalam mengoptimalkan potensi desa secara lebih terarah.

“Kami dari Pemerintah Desa Sungsang IV sangat menyambut baik kegiatan Pertamina Foundation bersama LPPM Universitas Sriwijaya. Kami berharap pendampingan dari Dr. Dessy dan dosen-dosen Unsri lainnya dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat, sekaligus membantu mengembangkan potensi yang ada di Sungsang IV agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa Sungsang IV.

Program ini diharapkan memberikan manfaat tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi penguatan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, LPHD dan KUPS diharapkan memiliki kelembagaan yang lebih terstruktur, administrasi yang tertib, kemampuan menyusun dan menjalankan rencana usaha, serta pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan akuntabel.

Manfaat lainnya adalah meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi usaha, mengembangkan produk, melakukan pengemasan dan pemasaran, serta mengelola kegiatan usaha secara berkelanjutan. Dalam rancangan kegiatan, hasil yang diharapkan dari WP-1 antara lain terbentuknya KUPS yang legal dan terstruktur, tersusunnya business plan yang siap diterapkan, meningkatnya pemahaman anggota mengenai produk, pengemasan, dan pemasaran, serta terbentuknya fondasi kelembagaan ekonomi perhutanan sosial yang berkelanjutan.

Rangkaian program berikutnya juga diharapkan meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial pengurus serta anggota LPHD, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa secara mandiri.

Melalui kolaborasi Pertamina Foundation dan LPPM Unsri, program penguatan Perhutanan Sosial di Sungsang IV diharapkan mampu menghubungkan pengelolaan lingkungan, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan demikian, potensi sumber daya yang dimiliki desa dapat dikelola secara produktif sekaligus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *