oleh

Shalat Idul Fitri Diperguruan Muhammadiyah Berjalan Hikmad

Radar Sriwijaya (OKU) –  Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Ogan Komering Ulu menyelenggarakan shalat idul fitri 1 Syawal 1440 H (2019 M) Bertempat di komplek Perguruan Muhammadiyah Jalan BLL. Kulon, dengan imam langsung khotib Ustad Fahim Ahkam.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah OKU Marratu Fahri, M.I.P. dalam sambutanya mengatakan pentingnya menjalin ukhuwah Islamiyah khususnya ukhuwah warga persyarikatan.

Dengan terjalinnya ukhuwah dan silaturrahim secara intens akan menghasilkan sinergisitas antar lembaga yang akan menghasilkan kinerja yang optimal bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Pelaksaan sholat idul fitri tahun ini ada tiga titik, Kampung kauman pasar baru, dusun baturaja dan perguruan Muhammadiyah, alhamdulillah semuanya ramai.”jelasnya.

Melalui mimbar ini, dirinya berharap khususnya diperguruan untuk mengadakan qorban saat hari raya idul adha nanti, dengan semangat semuanya bisa tercapai, yang jelas kuncinya kita harus kompak.

Sementara itu Levi Turizki selaku ketua pelaksana menyampaikan, bahwa ada nuansa yang berbeda dalam penyelenggaraan shalat idul fitri kali ini yakni kolaborasi kepanitiaan antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Organisasi Otonom (ORTOM), tahun ini diadakannya open house PDM OKU di aula perguruan Muhammadiyah.

Ustadz Fahim Ahkam dalam khotbahnya menyampaikan setidaknya ada 5 ciri orang bertakwa. Ciri-ciri orang bertakwa itu dapat secara jelas kita lihat dalam QS Ali Imran: 133-135.

“Yang artinya, Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan, Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Hadir didalam shalat tersebut para tokoh Muhammadiyah, para pemuda Muhammadiyah, mahasiswa Muhammadiyah, anggota Muhammadiyah dan juga para simpatisan.”(Diq).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed