oleh

Kadinkes OKI Bagikan Stiker Waspada DBD

Radar Sriwijaya (OKI) – Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (Dinkes OKI) mengajak masyarakat untuk waspada demam berdarah dengan cara melakukan pencegahan  serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan jentik.
Ajakan ini tidak hanya disampaikan atau disosialisasikan langsung ke tengah masyarakat, tetapi juga melalui penyebaran brosur himbauan seperti dilaksanakan di Jalan Muchtar Shaleh, tepatnya simpang 4 lampu merah depan Mapolres OKI dan kantor Dinkes OKI, Jumat (8/3).
Dalam kesempatan itu, Kadinkes OKI HM Lubis, SKm.,MKes dan para stafnya serta Jajaran Puskesmas Celikah pimpinan Susmiyati, SKm.,MKes juga turut serta membagikan brosur himbauan kepada para pengendara yang melintas dan berhenti di lokasi tersebut.
“Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular berbahaya yang dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan seringkali menimbulkan wabah,” kata Kadinkes OKI HM Lubis, SKm.,MKes didampingi Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, Taswan.
Penyakit DBD, jelasnya, disebabkan oleh infeksi virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti betina (dominan) maupun aedes albopictus. Biasanya nyamuk betina mencari mangsanya siang hari, aktifitas menggigit cenderung pagi pukul 09.00 Wib – 10.00 Wib dan sore pukul 16.00 Wib – 17.00 Wib.
“Siapa saja yang dapat tertular ?, Semua orang dapat tertular, mulai dari anak-anak sampal dewasa, laki-laki dan perempuan, kaya ataupun miskin. Tanda dan gejalanya, demam tinggi, > 30 °C, 2 – 7 hari serta tidak teratasi maksimal dengan obat penurun panas,” jelasnya.
Tak hanya itu, katanya lagi, yang tertular akan mual, muntah dan nafsu makan berkurang. Nyeri sendi atau nyeri otot (pegal – pegal), kepala pusing atau rasa panas di belakang bola mata, wajah kemerahan, nyeri perut dan mengalami konstipasi (sulit buang air besar) atau diare.
“Melalui kegiatan ini kita mengajak masyarakat agar senantiasa melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras bak air, menutup tempat – tempat berisi air dan mengubur barang barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.
Selain itu, masih katanya, hindari gigitan nyamuk dengan tidur pakai kelambu atau obat anti nyamuk, taburkan abate kedalam bak mandi. Pengendalian biologis bisa dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk yaitu ikan cupang, kimiawi bisa dengan pengasapan/fogging.
“Penderita yang terserang demam berdarah dapat ditanggulangi. Pertama, agar demam, sakit kepala dan nyeri sendi dapat reda, paracetamol merupakan obat yang direkomendasikan, kemudian transfusi darah dan trombosit dapat dilakukan apabila terjadi pendarahan terus-menerus,” ungkapnya.
Jika satu atau Iebih gejala demam dengue atau demam berdarah dengue timbul, lanjutnya, maka disarankan untuk segera membawa pasien ke rumah sakit, terlebih lagi setelah hari pertama dan kedua setelah demam yang biasanya merupakan fase kritis dari penyakit ini.
“Kedua, mencegah terjadinya dehidrasi akibat demam. Maka sebaiknya berikan cairan terus menerus pada pasien, baik berupa air putih, oralit, jus buah, dan lain – lain. Penderita diberi minum sebanyak 1,5 – 2 liter dalam 24 jam berupa air teh dan gula sirup atau susu,” tandasnya.
Ketiga, menghindarkan penderita dari gigitan nyamuk supaya tidak menyebarkan penyakit tersebut kepada orang Iain.
“Artinya daripada terjangkit dan harus diobati, lebih baik melakukan pencegahan dini, maka dari itu kita tak henti-hentinya menghimbau masyarakat agar waspada demam berdarah cegah dengan 3M Plus,” pungkas dia.(rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed