oleh

Sekda OKU Bentuk Tim Bantu PLN Dalam Pemampasan Pohon

Radar Sriwijaya (OKU) – listrik sering padam membuat pelanggan gerah, dan kebanyakan menyalahkan pihak PLN tapi di balik itu kebanyakan masyarakat tidak tahu mengapa lampu sering padam.

Kamis (15 /11/18) pihak PLN mengadakan rapat dengan pemerintah kabupaten OKU di ruang abdi praja yang di pimpin sekda OKU.DR.Drs.H.Ahcmad Tarmizi, ST, MT.

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Baturaja Edwarsus mengatakan, Sering padamnya listrik ini akibat banyak pohon yang mengenai kabil liatri, sehingga saat hujan turun dan angin pohon bergoyang hingga kabel akan bergerak dan terjadilah gesekan dan konseling pun terjadi.

“Kami dari pihak PLN tidak bisa berbuat banyak untuk memampas pohon seperti ini karena masyarakat minta diganti rugi kalau pohon miliknya dipampas, apa lagi kalau itu pohon yang bisa menghasilkan uang, seperti pohon karet, mangga, kelapa sawit dan sebagainya. Salah satunya Tanam tumbah yang ada di desa terusan, banyak masyarakat yang keberatan kalau tanamannya.”ujarnya

Pihaknya mengharapkan agar seluruh camat untuk bisa membantu mengatasi permasalahan ini dengan melalu pemda.

Pada tanggal 1 oktober 2018 pihaknya menyampaikan surat kepemda, untuk masalah ini.

“Kita ditarget retribusi lampu jalan 21 M untuk PAD, tapi itu kendalanya, PLN bekerja sendiri dan itu memang tanggungjawab PLN, tapi di lapangan tim banyak menemui masalah dengan masyarakat, yakni tanam tumbuh milik warga yang terkenah kabel listrik tidak mau di pampas tadi.” katanya.

Saat ini sambungnya, Sekarang ini  PLN menyumbang PAD melalui lampu jalan sebesar 18 M, dan 2019 listrik tidak byar pet, bisa mencapai 25 M.

“Memang PLN ini memang harus bekerja sama dengan pemerintah, agar bisa mengatasi masalah seperti ini.”pungkasnya.

Sekda OKU, Ahcmad tarmizi, mengharapkan dengan seluruh camat, lurah/kades kelurahan, dan didamping oleh pihak kepolisi, danramil untuk mendamping saat pemampasan, tapi sebelumnya harus di adakan pendekatan dengan pemilik pohon.

“Kalau memang tidak mau itu tetap dilakukan pemampasan , dengan didampingi aparat keamanan.” katanya.

Kepala dinas perhubungan Amknelson, S.Sos, siap membantu pihak PLN mensosialisaikan dengan masyarakat dengan membentuk tim, dari dishub, camat, lurah dan kades.

Begitu juga Polres OKU melalui Iptu zaldi kapolsek baturaja timur, pihaknya siap membantu kalau memang jalur distribusi yang terganggu.

Sekda OKU langsung membentuk tim untuk mendampingi pihak PLN saat pemampasan pohon, tim diketua oleh Asisten II, dengan anggota dinas perhubungan, pihak kecamatan, kekurahan / kapela desa, kepolisian, kodim, dan pihak PLN sendiri, tim yang akan terjun kelapangan setelah dilakukan sosialisasi dan saat eksekusi baru di damping oleh anggota polisi dan dandim.

Wilayah yang banyak masyarakat tidak mau tanamannya dipampas yakni terusan pohon karet, Lubuk batang lama pohon karet, tanjung manggus, karet, sawit, karta mulai, air karas, sampai ke kecamatan peninjauan, selain itu juga terjadi di kecamatan baturaja barat, yakni desa batu kuning, pohon kelapa sawit, mangga, dan pohon jati, dan juga kecamatan semidang aji.

Pihak PLN siap untuk menjadi nara sumber jika ada acara sosialisasi terhadap masyarakat, sebab jika  pemda yang ngundang mungkin masyarakat akan banyak hadir.

M.Rasid manager PLN Unit Layanan Pelanggan Baturaja baru yang akan menggantikan Edwardus saat dibincangi mengatakan, pihaknya mengharapkan dengan seluruh pelanggan bisa mengerti dengan yang dialami pihak PLN, kalau itu tidak di pampas pasti lampu akan padam, selain itu bisa mengakibatkan kerugian dengan pelanggan itu sendiri.

“Termasuklah masalah pembayaran. bayarlah listrik dengan tepat waktu. apalagi sekarang pembayaran bisa dimana-mana, seperti indomaret, alfamart, kantor possebagainya.”tutupnya.

Hadir dalam acara selain sekda OKU, juga hadir kepala dinas perhubungan Amenilson, S.Sos, Kapolsek Baturaja Timur mewakili Polres OKU, Iptu Zaldi, Kapolsek Lubuk Batang, iptu Ujang, camat, lurah dan kepala desa sekabuoaten OKU.(Diq)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed