oleh

Warga Pro Perusahaan Minta Portal Dibuka

Radar Sriwijaya (OKU) – Persoalan penambangan batubara di wilayah Kecamatan Lubukraja, Kabupaten Ogan Komering Ulu belum juga tuntas. Selain aksi penolakan yang dilakukan ratusan warga dan berujung aksi blokir jalan akses masuk ke pertambangan. Rabu 07/11 kemarin persoalannya besa lagi, puluhan masyarakat Desa Batu Winangun yang menuntut tambang batubara bisa dioperasionalkan dengan mendatangi pemda OKU.

Dengan menggunakan bus, kedatangan warga dikawal anggota dari Polsek Lubukraja. “Kami berharap tambang batubara bisa berdiri di daerah kami,” kata Koordinator Aksi, Herliansyah.

Kami warga juga ada yang ingin tambang batubara tetap bisa berdiri. Serta jalan yang diblokir harus dibuka Dengan harapan warga bisa bekerja di sana. Kalau dari usaha menyadap karet dinilainya belum memadai.

Dengan bekerja di bidang pertambangan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan. “Kami berharap ada tambahan penghasilan,” katanya.

Ditambahkan Sanita, mantan ketua RT di Desa Batu Winangun. Untuk bisa bekerja di pertambangan tersebut, Karena ada juga warga yang tidak setuju dengan adanya aktivitas tambang di sana. Dia berharap tambang bisa segera operasional.

Kepada para peserta aksi yang datang, Wabup OKU, Johan Anuar menyampaikan terkait konflik pertambangan tersebut Pemkab OKU akan memfasilitasi pertemuan atau mediasi. Baik pihak kecamatan, perusahaan, juga masyarakat yang pro dan kontra. Pemkab OKU dalam hal ini, tidak menutup mata.

Johan juga menambahkan pertemuan akan dilakukan Kamis (8/11) di ruang Abdi Praja. Masyarakat yang pro dan kontra, disebutnya tidak perlu membawa massa. Cukup perwakilan, supaya tidak sampai terjadi konflik. “Kita juga berharap tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.(Diq)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed