Cara Warga Simpan Uang yang Diduga Dicuri Pocong

Radar Sriwijaya – Warga Dusun Panti Mulyo dan Tegalrejo rupanya sering kehilangan uang simpanan mereka. Kabar ini semakin santer terdengar tatkala satu korban bertemu satu sama lain. Dari sinilah berkembang isu liar tentang adanya kasus pencurian uang diduga oleh pocong di kalangan warga.

Menariknya, dari hasil penyelidikan polisi, para korban rata-rata menyimpan uang dengan cara yang tidak lazim.

“Para korban yang kebanyakan pedagang ini mengaku sering kehilangan uang. Makanya mereka menyimpan uang tidak di satu tempat. Tapi di berbagai tempat. Seperti dalam sarung bantal, diselipkan di antara karung beras, ada juga yang ditaruh dalam gerabah,” kata Kapolsek Talun AKP Subondo saat dikonfirmasi, Rabu (12/9/2018).

Menurut Subondo, kebiasaan menyimpan dengan cara seperti itu sangatlah naif bila dilakukan oleh masyarakat di masa kini. Apalagi segala kemudahan untuk mendapatkan uang cash atau tunai menjadi fasilitas yang ditawarkan hampir setiap bank.
Tak hanya itu, uang-uang itu juga diikat dengan tali karet dan sebagian helai rambut mereka lalu dibungkus kertas yang bertuliskan huruf Arab.

“Rajah itu lho istilahnya. Katanya biar pocong atau tuyulnya nggak bisa ambil. Tapi kok ya masih hilang juga. Berarti yang ambil bukan pocong atau tuyul kan. Tuyul rambut hitam malah mungkin iya,” terangnya.

Subondo juga mengaku heran dengan alasan para korban tidak menyimpan uangnya di bank. Rata-rata dari mereka mengatakan lebih enak menyimpan uang di rumah saja. Apalagi jika mereka butuh, bisa diambil sewaktu-waktu.

“Lha alasan seperti ini juga yang membuat kami bingung. Keterangan dari suami sama istri nggak sama. Mungkin saja yang ambil pasangan mereka sendiri, tapi tidak terus-terang. Kalau memang pocong, kenapa kok nggak ambil uang di bank. Kan lebih banyak dapatnya,” lanjutnya sembari tertawa.

“Ya saya bilangin. Ini bagaimana kami menyelidiki kalau mereka menolak di-BAP. Kalau tidak mau uangnya hilang lagi, ya mulai sekarang simpan di bank,” pungkasnya. (man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *